GUNUNGKIDUL – Menjelang pemilu, situasi internal beberapa partai politik (parpol) di Gunungkidul justru memanas. Teranyar, DPD Partai Golkar Gunungkidul siap memecat kadernya, Tina Chadarsi. Bahkan, partai

berlambang beringin tersebut juga berencana melakukan pergantian antarwaktu (PAW) politikus perempuan yang berangkat dari daerah pemilihan (dapil) IV tersebut.

”Proses PAW yang bersangkutan sedang kami persiapkan,” jelas Sekretaris DPD Partai Golkar Gunungkidul Herry Nugroho saat dihubungi Rabu (12/7).

Terkait penyebab pemecatan, Herry dengan gamblang membeberkan, seorang kader harus memiliki loyalitas tinggi kepada partai. Apalagi, Tina merupakan bendahara Partai Golkar Gunungkidul. Nah, Tina dianggap kerap membangkang.

”Rapat internal partai sering tak hadir,” bebernya.

Sebagai sesama pengurus, Herry tak jarang menjalin komunikasi dengan koleganya itu. Tak terkecuali pengurus partai yang lain. Itu untuk mengetahui persoalan yang menderanya. Namun, upaya jajaran pengurus partai ini justru menuai jawaban mengejutkan. Tina meminta namanya dicoret dari daftar calon legislatif Partai Golkar. Kabarnya, Tina bakal meloncat ke parpol lain.

”Itu memang hak politik, bisa berlabuh kemana saja. Namun kami minta etika dijaga dengan baik,” sindirnya.

Atas dasar itu pula, Herry meminta koleganya itu segera mengajukan surat pengunduran diri. Agar dia dapat segera berpindah parpol. Lagi pula, Tina mendaftar sebagai kader Partai Golkar dengan baik. Sebaliknya, dia harus keluar dengan baik pula.

Lalu, siapa yang menggantinya di DPRD Gunungkidul? Menurutnya, partai telah mempersiapkan Jumiran. Pada pileg 2014 dia mendapatkan 3900 suara.
Hingga kemari petang, Tina belum dapat dikonfirmasi. Nomor teleponnya tak dapat dihubungi. (gun/zam/fn)