Kasi Kedaruratan BPBD Purworejo Sigit Ahmad Basuki mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan desa rawan kekeringan. Rakor itu dimaksudkan untuk mempersiapkan desa saat tangki air bersih mendatangi lokasi.

“Kami sampaikan armada yang ada sangat terbatas, sehingga kami sangat mengharapkan bantuan dari pihak desa,” kata Sigit. Berdasarkan pengalaman pasokan sebelumnya, ada masyarakat yang abai dan tidak siap dengan peralatan yang dibutuhkan. Kondisi ini cukup merepotkan karena menyebabkan keterlambatan pasokan air ke wilayah yang lain.

“Beberapa desa sudah memiliki bak penampungan khusus, dan yang belum kami berikan bantuan terpal. Tapi memang masih terbatas. Harapan kami, desa sejak awal juga menyediakan terpal atau alat yang lain,” katanya.

Selain itu, saat tangki air bersih datang, ada warga atau perangkat yang memandu menuju ke lokasi kiriman. Hal itu dikarenakan banyak titik droping air bersih yang cukup jauh dari jalan utama. (udi/laz/fn)