JOGJA – Rangkaian acara Festival Gamelan Yogyakarta (YGF) ke-23 masih berlangsung. Kali ini mengadakan acara bertajuk Arsitektonik yaitu memahami reproduksi musik dengan suara gamelan.

Pada acara yang diadakan di base camp Komunitas Gayam 16, penikmat YGF diberi edukasi bagaimana mereproduksi suara gamelan dengan tekonlogi digital. Dipandu oleh Gatot Danar Sulistyanto dari tim audio Rekam Bergerak.

Gatot mengungkapkan, suara dari gamelan yang khas jika digabungkan dengan teknlogi akan membentuk suatu nuansa baru. Dia menjelaskan, bahwa merasakan gamelan lewat digital akan memberikan sensasi baru walau sebenarnya tetap tidak bisa menggantikan atmosfer permainan gamelan yang disaksikan langsun.

”Merekam karawitan dengan teknologi tentu akan membentuk satu pandangan baru,” ujarnya saat mengisi materi Rabu (12/7).

Moderator acara Budi Pramono menuturkan, pada acara sekaligus mengajak peserta untuk ikut memainkan gamelan. Dengan memainkan gamelan pengunjung bisa ikut merasakan dan mendengar bunyi-bunyi yang khas dari setiap jenis gamelan. Pada acara ini pula Budi mengingatkan rangkaian acara masih berlanjut yaitu konser gamelan yang digelar di PKKH UGM.

Salah satu peserta workshop Dita mengungkapkan, dengan memainkan alat musik gamelan dia bisa menikmati gaung yang dihasilkan dari setiap ketukan. Dita mengungkapkan ketika dia memainkan gamelan bunyi-bunyi dari alat musik bonang memberikan sensasi tersendiri. ”Ketika mengetuk alat musik ini jadi merasakan kenikmatan tersendiri,” ujarnya. (cr5/ila/fn)