PURWOREJO – Sedikitnya 12 tangki air bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo telah didistribusikan di enam desa (lima kecamatan) di Kabupaten Purworejo. Permintaan air bersih diprediksi terus meningkat dan menyebar di 11 dari 16 kecamatan saat puncak musim kemarau Oktober mendatang.

Lima desa yang sudah mendapatkan kiriman air bersih adalah Desa Kaligintung dan Brengkol di Kecamatan Pituruh, Somorejo (Kecamatan Bagelan), Turus (Kecamatan Kemiri), dan Rowodadi (Kecamatan Grabag) serta Sidomulyo (Kecamatan Purworejo). Layanan pengiriman air bersih baru bisa dilayani dua unit mobil tangki milik BPBD.

“Pemenuhan pasokan air bersih yang kami lakukan mulai pekan kemarin tepatnya Kamis (5/7) di desa Kaligintung dan Brengkol Pituruh,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Hery Susanto Kamis (12/7).

Hery mengungkapkan, pihaknya membutuhkan armada tambahan untuk memenuhi permintaan masyarakat. Saat ini, BPBD Purworejo sedang mengajukan izin pemanfaatan dua tangki air bersih ke Gubernur Jteng. Tangki yang dimaksud merupakan tangki-tangki eks Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Tengah.

“Kita memang mengajukan dua unit. Kalaupun nanti hanya turun satu armada tidak masalah. Tangki-tangki eks Bakorwil ini pernah kita pinjam pakai saat musim kering tahun 2015 lalu,” jelas Hery.

Lebih jauh diungkapkan, musim kering 2018 di wilayah Purworejo ini setidaknya mengancam 56 desa di 11 kecamatan. Paling banyak terdampak berada di Kecamatan Loano dan Bener yang masing-masing terdapat sembilan desa.

“Dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan petugas kami, tercatat dari total 56 desa itu berdampak bagi 7.184 kepala keluarga dengan total jiwa mencapai 25.283 jiwa,” tambahnya.

Hery menambahkan, kecamatan yang tidak begitu terdampak kekeringan atau tidak mengajukan permintaan pasokan air bersih adalah Kecamatan Kutoarjo, Bruno, Butuh, Ngombol dan Purwodadi. Selain Bruno, empat kecamatan lain berada di wilayah rendah di kabupaten ini. (udi/laz/fn)