KULONPROGO – Kapan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi warga Kulonprogo dibagikan? Belum jelas. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo belum mendapat kepastian dari Pusat.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinasos P3A, Abdul Kahar mengatakan, Pemkab Kulonprogo tidak bisa terburu-buru mendistribusikan BPNT. Sebab masih menunggu Surat Keputusan (SK) Kementerian terkait.

Menurut Abdul, ada yang berbeda dalam penentuan jadwal program. Biasanya daerah menerapkan kebijakan setelah ditunjuk oleh Pusat. Kini daerah yang yang mengajukan dan menyatakan kesiapan sebagai pelaksana program. Baru kemudian ditetapkan Kementerian.

“Kami masih menunggu. Kami sudah mengirimkan surat, Kulonprogo siap mendistribuskan. Namun belum turun suratnya,” kata Abdul Rabu (11/7).

Kendati demikian, secara garis besar ada 113 e-waroeng siap mendistribusikan BPNT. Terkait pasokan beras dan telor ke e-waroeng, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menyesuaikan dengan harga kedua produk tersebut di pasaran.

Diprediksi, butuh sekitar delapan kilogram beras kualitas premium per bulan untuk satu KPM. Sementara ada 47.323 KPM yang bakal menerima BPNT. Mereka tidak diperkenankan meniadakan transaksi pengambilan bantuan selama jangka waktu tiga bulan.

“Apabila hal itu terjadi, data mereka bisa saja berubah menjadi data warga meninggal, pindah atau dinyatakan sudah mampu,” kata Abdul.

Diharapkan Gapoktan maupun peternak mampu menyuplai telor dan beras. Mereka diharapkan mengirimkan suplai produk bertahap. Bukan dikirimkan langsung sesuai kebutuhan mutlak suatu wilayah.

“Di Kokap misalnya, kebutuhannya sekian ton. Yang didrop setidaknya setengahnya dulu. Kalau bisa semua langsung kirim,” harap Abdul.

Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kokap Taufik mengatakan secara umum e-waroeng siap menjalankan tugas sebagai penyalur BPNT. Tapi semua e-waroeng tertunjuk di Kokap belum bisa bergerak karena ketiadaan mesin Electronic Data Capture (EDC).

“Sama sekali belum ada EDC. Total ada delapan e-waroeng di Kokap, di antaranya Hargotirto, Kalirejo, Hargowilis, Hargomulyo dan dan Hargorejo,” kata Taufik.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo Tri Hidayatun mengatakan sebanyak 11 Gapoktan telah disiapkan sebagai penyedia beras program BPNT. “Seberapapun kebutuhan beras yang akan didistribusikan e-warung, Gapoktan siap,” kata Tri. (tom/iwa/fn)