PURWOREJO-Wartawan Jawa Pos Radar Jogja yang bertugas di wilayah Purworejo, Budi Agung dicatut pihak yang tidak bertanggung jawab, Rabu (11/7). Mengatasnamakan media Radar Jawa Pos Pers, mereka meminta sumbangan sejumlah pihak untuk biaya perawatan salah satu rekannya.
Dari sejumlah informasi yang masuk, pejabat di lingkungan Setda dan Organisasi Perangkat Daerah yang lain juga sempat mendapatkan SMS. Bahkan ada seorang kepala sub bagian di Bagian Umum Setda sempat mendapatkan ujaran yang tidak sopan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Suranto juga menjadi sasaran SMS itu. Hanya saja dia tidak menganggapi SMS yang masuk dan langsung menghubungi wartawan Jawa Pos Radar Jogja.

Suranto menyampaikan isi SMS itu. Isinya berbunyi tolong jenengan bantu gotong royong semampunya mas Ary. Pak Suranto kshn oprasi jantung di RS Muwardi Solo. Lewatkan no rek Mas Ary sndri Pak biar tau kluarganya.BCA.0901391903.a/n. Ary Siswanto.tks byk sblmnya Pak smg byk rjkinya.amin.slm dr teman2 Pers.”Setelah tahu itu tidak jelas, saya biarkan SMS itu. Tampaknya dia kecewa karena tidak merespons permintaan tersebut,” kata Suranto.

Kasubag Informasi dan Dokumentasi Bagian Humas dan Protokol Setda Purworejo Sigit Sudibyo mengatakan sempat menerima telepon dari orang yang tidak dikenal dan menanyakan nama wartawan Jawa Pos yang bertugas di Purworejo. Dia memang sempat memberikan nama wartawan yang bertugas di Purworejo. “Saya jawab saja karena memang ada wartawan Jawa Pos di Purworejo,” jelas Sigit.

Hanya saja dia tidak mengetahui jika maksud pertanyaan tersebut malah digunakan untuk mengontak beberapa nama pejabat di Pemkab Purworejo untuk dimintai sumbangan. “Tidak lama setelah itu, saya mendapatkan kontak dari beberapa teman di bagian yang berbeda untuk menanyakan tentang adanya SMS dari pihak yang mengaku dari Radar Jawa Pos Pers itu,” ungkap Sigit.

Sigit mengaku curiga dengan nama dan media yang dicantumkan oleh penipu tersebut. Dia pun langsung mengarahkan ke rekan kerjanya agar menyebarluaskan tentang informasi upaya penipuan yang mencatut nama wartawan tersebut. “Dari grup WA akhirnya bermunculan berbagai tanggapan tentang upaya penipuan itu. Namun kami sudah mengantisipasinya agar tidak menanggapi hal itu,” jelas Sigit. (udi/din/fn)