Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Jogjakarta fokus dalam pengembangan varietas tanaman lokal, yaitu koro pedang. “Kami mengembangkan ini karena belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani di sini. Koro pedang bisa dijadikan alternatif kacang-kacangan pengganti kedelai, juga bisa untuk bahan pembuatan kecap dan isi bakpia,” ujar Ketua Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian US, Dr Ir Suprih Sudrajat, MSi Rabu (11/7).

Dijelaskan, ia dan mahasiswa fokus pada pengembangan benih, penyuluhan, dan pengolahan. Jenis tanaman ini menurutnya tidak dikembangkan secara maksimal karena mengandung zat racun, namun ketika sudah diolah bisa dikonsumsi dengan aman.

Selain pengembangan tanaman kearifan lokal, Agribisnis UST juga melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul. Dalam program ini pihaknya membina petani untuk menanam dan membudidayakan jenis-jenis sayuran yang bisa dijual di Dewantara Mart milik UST dan di beberapa pasar tradisional.

“Selain membina kami juga membantu untuk packing dan pemasarannya. Sayuran yang ditanam juga kami kembangkan secara organik agar aman untuk kesehatan,” ungkap Sudrajat.

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah sadar akan kesehatan dan menuntut untuk mengkonsumsi makanan serba organik. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi mahasiswa atau lulusan agribisnis.

Menggunakan pedoman kurikulum KKNI yang menggabungkan ilmu teori dan praktik di bidang pertanian, UST bisa mencetak profesionalisme agribisnis yang mampu bersaing di dunia industri pertanian. Beberapa lulusan prodi ini ada yang menjadi manager, pengusaha, maupun birokrat di bidang pertanian.

UST juga mempunyai sertifikasi profesi dari lembaga sertifikasi nasional yang menjadi salah satu keunggulannya. “Kami juga membekali mahasiswa dengan praktik kerja atau magang di Jepang selama tiga bulan. Mereka belajar tentang pertanian, terutama etos kerjanya yang bisa dipraktikkan di sini,” paparnya.

Melihat peluang yang cukup besar di dunia pertanian, peminat mahasiswa yang belajar di Jurusan Agribisnis UST ini pun meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini lebih dari 170 mahasiswa baru yang belajar di prodi tersebut. (ita/laz/fn)