BANTUL – Jumlah pemilih pemula pada Pemilu 2019 ternyata cukup banyak. Merujuk data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil) Bantul, jumlah pemuda yang menginjak usia dewasa hingga April 2019 mencapai 9.127 anak. Menurut Kepala Disdukcapil Bantul Bambang Purwadi Nugroho, sebagian pemilih pemula ini telah melakukan perekaman e-KTP.

”Ada 1.641 yang telah melakukan perekaman,” sebut Bambang saat dihubungi Rabu (11/7).

Bekas inspektur daerah ini tak menampik jumlah pemilih potensial yang belum melakukan perekaman cukup banyak. Kendati begitu, Bambang meminta tak perlu khawatir. Sebab, proses pengajuan perekaman cukup cepat. Bahkan, pemohon dapat mengajukan pembuatan melalui gawai. Caranya cukup dengan meng-input nama, nomor kartu keluarga, dan nomor telepon. Tanpa harus mengantre di kantor disdukcapil.

”Pemberitahuan paling cepat dua hari. Warga juga bisa mengetahui tempat status pengambilan,” ucapnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul Divisi Hukum Syachruddin mengungkapkan, calon pemilih pemula yang saat ini belum berusia dewasa bakal terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Kendati begitu, mereka nanti harus memiliki e-KTP. Sebab, salah satu syarat menyalurkan hak politik adalah mengantongi e-KTP.

”Kalau sudah memiliki e-KTP, tinggal cek NIK (nomor induk kependudukan) saja. Nanti ketemu bakal mencoblos di TPS (tempat pemungutan suara) mana,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Udin, sapaannya mengungkapkan bahwa daftar pemilih sementara (DPS) fluktuatif. Itu dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya, masuknya pemilih pemula yang tercecer pendataan. Lalu, calon pemilih yang meninggal dunia. Juga, potensi anggota TNI/Polri yang memasuki pensiun.
”DPS Bantul sebanyak 704.305 orang,” sebutnya.

Menurutnya, DPT Pemilu 2019 bakal ditetapkan 21 Agustus. Setelah itu data yang menjadi acuan pengadaan surat suara ini tak bisa diubah. Sekalipun ada yang meninggal dunia atau pindah kependudukan.

”Karena hanya dicoret saja. Angkanya tetap,” tambahnya. (ega/zam/fn)