JOGJA – Kenaikan harga telur broiler terus terjadi. Pantauan di Pasar Beringharjo harga telur menembus Rp 29 ribu per kilogram. Penyebab kenaikan karena tingginya harga dari distributor telur.

Salah seorang pedagang telur Suryani, 52, dua hari sebelumnya harga telur Rp 26 ribu per kilogram. Dia mengeluhkan tingginya harga telur tersebut.

“Saya kulakan dari Solo dan Kaliurang. Dari distributor harganya Rp 27 ribu per kilogram,” ujar Suryani.

Dia memprediksi kenaikan harga telur masih akan berlanjut. Sebab permintaan telur terus meningkat.

Pedagang lain, Sumarsih, 58, mengatakan dalam seminggu terakhir, harga telur tertinggi terjadi Rabu (11/7). Kenaikan harga telur berlangsung bertahap.
‘’Selisih kenaikan harga telur tidak menentu. Kadang naiknya Rp 1.000, kadang Rp 2.000,” ujarnya.

Sumarsih mengatakan harga telur dinaikkan peternak dan distributor. Kenaikan harga telur tersebut menyebabkan omzet penjualan telurnya mengalami penurunan.

Semingu lalu Sumarsih bisa menjual 25 kilogram telur per hari. “Ketika harga telur naik, terjadi penurunan penjualan, 20 kilogram per hari,’’ katanya.

Sedangkan harga telur bebek dan ayam kampung harganya stabil. Harga telur bebek Rp 3 ribu per butir, harga telur ayam kampung Rp 2 ribu per butir.

Pedagang telur lain, Tinem, mengatakan harga telur bebek dan ayam kampung stabil karena permintaannya tak sebanyak telur ayam broiler.

Sementara itu, harga daging ayam broiler naik Rp 1.000 menjadi Rp 36 ribu per kilogram. Harga daging ayam kampung tetap di harga Rp 65 ribu per kilogram. (cr5/iwa/fn)