JOGJA-Pemerataan kualitas atlet DIJ menjadi fokus dari pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ di bawah kepemimpinan Prof Djoko Pekik Irianto. Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo menjadi wilayah yang dianggap tertinggal dalam pengembangan atlet.

Menurut Djoko Pekik, jika berkaca pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda), kontingen Gunungkidul dan Kulonprogo masih berada di bawah Sleman, Bantul, dan Kota Jogja. Kualitas atlet belum merata di seluruh cabang olahraga.

“Bukannya bermaksud merendahkan, kalau dilihat dari raihan medali pada Porda posisi dua kabupaten itu berada di peringkat satu dan dua dari bawah,” kata Djoko Pekik pada serah terima jabatan (sertijab) Ketua Umum KONI DIJ Masa Bakti 2017-2021 di Kantor KONI DIJ Rabu (11/7).

Seperti Kulonprogo misalnya meraih 32 medali, lalu Gunungkidul sebanyak 23 medali. Maka dari itu, pengurus KONI Gunungkidul, Kuloprogo dan juga DIJ akan mengawal bersama. Rencana yang akan dijalankan dalam kepengurusan periode ini, dilakukan dalam rangka pemerataan prestasi olahraga di seluruh DIJ.

Langkah yang ditempuh untuk mendongrak prestasi, juga dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga untuk menjadi ‘bapak angkat’ dalam rangka membina atlet. Diharapkan hal tersebut bisa ikut membantu KONI DIJ di tengah minimnya dana yang dimiliki induk cabang olahraga (cabor) di DIJ tersebut. ”Anggaran untuk olahraga itu sangat sedikit, nasional saja angkanya hanya 0,165 dari APBN. DIJ masih mending bisa diangka 0,65 persen. Dengan dana tersebut, kami dituntut untuk bisa berprestasi,” katanya.

Selain itu, KONI DIJ juga memiliki tugas membina atlet untuk disiapkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang digelar di Papua. Dengan anggaran yang tersedia, KONI DIJ tetap menargetkan raihan lebih baik dari tahun lalu atau minimal sama. ”Saat kepengurusan Gusti Prabu (GBPH Prabukusomo, Red) bisa masuk sepuluh besar. Nah minimal prestasi kami tidak buruk dari keperngurusan yang terdahulu,” jelasnya.

Meski berat, namun Djoko Pekik menyebut sejumlah langkah terus dilakukan. Seperti penyelanggaraan Puslatda yang sudah digelar sejak akhir 2017 lalu.
Sementara itu acara sertijab ditandai dengan penandatangan berkas sertijab dan penyerahan dokumentasi dari Plt Ketua Umum KONI DIJ Triyandi Mulkan ke Ketua Umum KONI DIJ. Sebelum penandatanganan dan penyerahan dokumen dilakukan, Sekretaris Umum KONI DIJ Agung Nugroho terlebih dahulu membacakan SK KONI Pusat Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penetapan Prof Dr Djoko Pekik Irianto sebagai Ketua Umum KONI DIJ Masa Bakti 2017-2021 yang ditandatangani Ketum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman.

Triyandi Mulkan berpesan kepada pengurus KONI yang baru untuk meneruskan program kerja yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya, Hadianto Ismangoen, yang meninggal pada awal tahun ini.

Dia meminta pengurus agar tidak main-main mengurus organisasi besar ini. Periode yang lalu punya standar prestasi. “Pengurus tahun ini pun harus bisa menyamai prestasi yang pernah dimiliki pengurus sebelumnya,” pesannya. (bhn/din/fn)