JOGJA-Tidak ada waktu bagi skuad PSS Sleman untuk meratapi kekalahan melawan Kalteng Putra, Selasa (10/7) lalu. Sebab, akhir pekan ini mereka harus meladeni Persigo Semeru FC di Stadion Maguwoharjo.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara menginginkan skuad asuhnya segera bangkit dari kekalahan menyakitkan saat melawan Kalteng Putra dengan skor 0-1 di Stadion Tuah Pahoe itu. “Kami segera evaluasi internal dan mempersiapkan laga selanjutnya,” kata Seto Rabu (11/7).

Hingga akhir Juli nanti, jadwal cukup padat memang menanti skuad Elang Jawa –julukan PSS Sleman. Setelah menjamu Semeru FC, PSS Sleman akan bertemu Bliter United. Seminggu setelahnya, PSS Sleman akan melakoni laga derby melawan saudara tua PSIM Jogja. ”Saya sudah minta pemain untuk bangkit dan melupakan kekalahan,” kata eks pelatih PSIM Jogja itu.

Diakui oleh Seto, para pemain bermain di bawah perform terbaiknya ketika melawan Kalteng Putra. Namun diakuinya, buruknya performa permainan timnya lebih disebabkan faktor non teknis.

Menurut dia sepanjang jalannya laga, skuadnya mampu memberikan perlawan terbaik. Bahkan dari catatan statistik PSS Sleman mampu menciptakan sejumlah peluang. Para pemain, mampu menerapkan instruksi yang diterapkan seperti pada laga melawan Persiba Balikpapan. Namun sayang, PSS harus menerima pengadil yang memberikan hadiah penalti.

Seto berharap laga terakhir melawan Kalteng Putra, tidak mempengaruhi mental pemainnya untuk menghadapi laga selanjutnya. Maklum saja, selama jalannya laga terakhir, sejumlah pemain PSS kerap melakukan protes akibat keputusan wasit yang dianggap merugikan. Belum lagi, tidak adanya injury time dan wasit telah meniup peluit panjang tandang berakhirnya pertandingan saat di menit 89. (bhn/din/fn)