SLEMAN – Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto membenarkan peristiwa penangkapan terduga teroris di Jogjakarta. Setidaknya berdasarkan data inventarisasi ada empat terduga teroris yang ditangkap.

Hanya dia enggan berkomentar jauh tentang penangkapan ini.
Berdasarkan pemantauan Radar Jogja ada sejumlah rentetan penangkapan. Selain di Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman adapula dua penangkapan di kawasan Bantul. Bedanya, penangkapan di Bantul terindikasi di dua titik, Mrisi, Tirtonirmolo dan Kerto, Pleret.

“Benar ada empat orang terduga teroris yang diamankan. Semuanya ditangani oleh Densus 88 Mabes Polri,” jelasnya, ditemui di ruangannya, Kamis (12/7).

Sementara itu, keluarga terduga teroris Sf telah dipulangkan oleh pihak kepolisian. Ketua RT 05 RW 35 Sumarjono menuturkan, lima anggota keluarga dipulangkan Rabu malam (11/7). Awalnya dia mendapatkan pesan singkat bahwa kondisi rumah kontrakan Sf didatangi beberapa orang.

Sumarjono yang saat itu tengah menggelar rapat RT langsung mendatangi lokasi. Dia mendapati beberapa anggota polisi mengantarkan keluarga terduga teroris. Mantan anggota Polresta Jogja ini mengenali beberapa personel yang mengantarkan keluarga Sf.

“Masih hafal, orangnya sebagian sama dengan yang melakukan pengamanan paginya. Dipulangkan semalam sekitar pukul 21.00. Istru Sf dan tiga anak-anaknya, kalau Sf masih diperiksa di Polda DIJ,” katanya.

Usai kejadian keluarga Sf terlihat lebih tertutup. Sejak pagi kondisi rumah terkunci dari dalam. Akhirnya Sumarjono berinisiatif megecek kondisi keluarga Sf, Kamis siang. Beberapa kali mengucapkan salam, anak kedua AFR, 19, membukan pintu.
“Tadi saya sempat mengobrol sebentar, kondisinya tidak apa-apa tapi mungkin masih syok. Tadi bilangnya mau jenguk (Sf) tapi belum boleh karena masih dalam pemeriksaan,” ujarnya. (dwi/ila)