BANTUL – Robot memegang peran penting di dunia industri. Membantu manusia melakukan pekerjaan berisiko tinggi. Seperti pekerjaan berat dengan tingkat keamanan minim dan berisiko nyawa.

Demikian disampaikan Widhi Krisna Kusuma dari PT ABB Sakti Industri Robotics dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional, The Indonesian Symposium on Robotic Systems and Control (ISRSC) di UMY Selasa(10/7).
“Robotika sangat diperlukan di masa depan,” ujar Widhi.

Perusahaan mulai banyak menggunakan jasa robot dalam proses pekerjaan mereka. “Masa depan itu saat ini. Para peserta KRI pegiat robotic harus punya semangat berkolaborasi dengan dunia digital. Saya berharap manusia

berkolaborasi dengan robot, bukan robot menggantikan manusia,” jelasnya.
Sedangkan Dr Adha Imam Cahyadi ST MEng dari UGM mengatakan jumlah pekerja akan semakin berkurang hingga 85 persen dalam age of automation sekarang ini. Sebab dalam era industri 4.0, robot menggantikan tugas manusia.
“Dalam revolusi industri 4.0 kita jangan hanya jadi penonton. Harus menjadi pelaku,” kata Adha.

ISRSC merupakan kesempatan bagi komunitas akademik, peneliti dan industri bidang robotika untuk bertemu dan berdiskusi. Acara tersebut dihadiri peserta dan juri KRI Nasional. Juga digelar presentasi paper atau makalah mahasiswa, peneliti dan pegiat robotika.

Seluruh peserta Kontes Robot Sepak Bola Indoonesia (KSBI Humanoid dan KRSBI Beroda) yang bertanding di KRI Nasional juga melakukan presentasinya. Simposium di-review tim ahli berdasarkan originalitas, signifikansi, kualitas, dan kejelasan. Makalah yang lolos review akan dimuat dalam prosiding ISRSC. (ita/iwa/fn)