MAGELANG – Untuk kedua kalinya Edy Susanto Purnomo menjabat Direktur Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng periode empat tahun ke depan. Sebelumnya dia menduduki jabatan itu untuk periode 2014-2018. Saat pelantikan Edy, Wali Kota Sigit Widyonindito mempromosikan tiket masuk tempat wisata di Kota Magelang yang cukup murah.

“Saya kira tarif masuknya tidak terlalu mahal, Rp 24 ribu. Untuk tiket masuk kolam renang dan waterboom sebesar Rp 10 ribu. Khusus anak-anak sekolah, kalau harganya memberatkan bisa dibicarakan lagi,” kata Sigit di Pendopo Pengabdian Komplek Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Selasa (10/7).

Dijelaskan, sesuai surat keputusan tentang penetapan Direktur PDOW Taman Kyai Langgeng, masa jabatan Edy terhitung sejak tanggal 16 Juni 2018 lalu dan berlangsung hingga 4 tahun ke depan. “Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) telah merapatkan, mengkoordinasikan, dan mempertimbangkan. Diputuskan Pak Edi Susanto akan menempati posisi direktur PDOW Taman Kyai Langgeng untuk satu periode mendatang,” tuturnya.

Menurut Sigit, terpilihnya kembali Edy sebagai direktur PDOW Taman Kyai Langgeng tidak lepas dari perkembangan objek wisata tersebut yang semakin bagus. “Belakangan ini pergerakan Taman Kyai Langgeng (TKL) cukup membanggakan, artinya cukup baik. Wahana yang ada di dalamnya juga setiap saat berganti,” ujarnya.

Usai pelantikan, Sigit berpesan kepada Edy dan seluruh jajaran TKL untuk dapat melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, serta profesional dalam mengelola perusahaan. Dia menginginkan TKL ditata dengan sungguh-sungguh, sehingga ketertarikan masyarakat masih melekat kepada TKL.

“Keberadaan TKL yang sudah sekian tahun dan masih eksis di tengah-tengah persaingan objek wisata daerah lain, ini sangat luar biasa. Dirut dan pengawas harus terus mengkaji, berinovasi agar tidak ketinggalan dengan objek-objek wisata lain,” pintanya.

Terpisah, Edy Susanto mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dia pun akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Apa yang telah baik akan kami pertahankan, kemudian yang kurang akan kami perbaiki,” tandas Edy. (dem/laz/fn)