GUNUNGKIDUL – Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti memastikan bahwa pengelolaan objek wisata (obwis) susur gua memenuhi standar. Termasuk keamanan dan kenyamanannya. Mengingat, wisata susur gua cukup berisiko. Ini merespons terjebaknya belasan pemain dan pelatih klub bola amatir di Thailand di dalam gua.

”Keamanan wisatawan sudah diusahakan melalui peralatan standar. Pemandunya juga profesional dan bersertifikat,” jelas Asti saat dihubungi Selasa (10/7).

Sebagaimana diketahui, ada 98 gua di Gunungkidul. Dari jumlah itu, 12 di antaranya telah berkembang menjadi obwis. Salah satunya Kalisuci. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalisuci Muslam Winarto mengungkapkan, Kalisuci merupakan salah satu aliran sungai bawah tanah. Di sini, wisatawan dapat menikmati cave tubing. Menyusuri aliran sungai bawah tanah sepanjang 700 meter dengan ban dalam. Ada empat titik yang dilintasi. Yakni, Gua Kalisuci, Luweng Glatik, Gua Glatik, dan Luweng Gelung. Durasinya sekitar 1,5 jam hingga 2 jam. Dengan tarif Rp 80 ribu per pengunjung.

Melihat panjangnya aliran, Muslam sadar betul bahwa wisata cave tubing ini berisiko. Karena itu, pokdwarwis memerhatikan standar keamanan pengunjung, pemandu, hingga keseimbangan ekosistem. Agar pokdarwis dapat menerapkan zero accident.

”Kami pernah melakukan kajian. Dibantu pakar gua dan akademisi,” ucapnya.
Kajian itu di antaranya meliputi pemetaan jalur evakuasi jika terjadi banjir.

Mengingat, aliran sungai bawah tanah cukup deras. Menurutnya, pengelola juga memansang sistem deteksi dini banjir. Sistem yang mengandalkan jaringan internet ini untuk mengetahui kondisi hulu. Apakah banjir atau tidak. Dengan begitu, pengelola dapat melakukan berbagai langkah antisipasi. Seperti mengevakuasi pengunjung hingga penutupan sementara lokasi.

”Jarak dengan hulu sekitar dua kilometer, sehingga sampai ke sini sekitar 20 menit,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager geopark Gunungsewu Budi Martono menyebut ada ratusan gua yang dimanfaatkan untuk wisata di kawasan Gunungseweu. Tersebar di Gunungkidul, Pacitan, hingga Wonogiri.

”Fungsi kawasan geopark sebagai kawasan edukasi, konservasi dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Seperti diketahui, Geopark Gunungsewu memiliki luas sekitar 1.802 kilo meter persegi. Terdiri 33 geosite. Rinciannya, Gunungkidul 13 lokasi, Pacitan 13 lokasi, dan Wonogiri 7 lokasi. Sedangkan Geopark Gunungsewu masuk dalam Global Geopark Network di konferensi Asia Pasific Global Network di Sanin, Kaigan, Jepang September 2015 Bersanding dengan 120 Global Geopark dari 33 negara. (gun/zam/fn)