PALANGKARAYA – Tren positif PSS Sleman akhirnya terhenti di tangan Kalteng Putra. Bermain di hadapan pendukung tuan rumah di Stadion Tuah Pahoe Selasa (10/7), Elang Jawa harus mengakui keunggulan Kalteng Putra dengan skor tipis 0-1. Gol semata wayang tuan rumah lahir dari titik putih melalui kaki Taufik Kasrun.

Meski mengalami kekalahan, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara tetap bangga atas perjuanan skuadnya. Seto mengatakan kekalahan atas timnya lebih dikarenakan faktor non teknis. “Permainan sangat tidak enak dinikmati karena wasit kerap kali menghentikan pertandingan,” keluh Seto.

Seto pun enggan mengomentari kepemimpinan wasit pada laga tersebut. Menurut dia, kekalahan di laga tersebut bakal dijadikan pelajaran bagi timnya untuk mempersiapkan tim menghadapi laga selanjutnya. Seto menyebut, dalam laga tersebut tidak ada progres perkembangan pemainnya. Dikatakan, mental bermain skuad asuhnya sudah tidak stabil akibat dirugikan oleh kepemimpinan wasit. “Konsentrasi anak-anak terpecah karena kepemimpinan wasit. Yang jelas ini akan kami jadikan pelajaran dan evaluasi,” jelasnya.

Pada laga pekan ketujuh iin, skuad Elang Jawa tidak banyak mendapatkan peluang. Lini tengah PSS Sleman yang dikomandoi Dave Mustaine, tidak bisa berbuat banyak menghadapi ‘drama’ yang dihadirkan oleh tim tuan rumah. Berkali-kali, setelah gol dimenit ke 49, pertandingan kerap kali dihentikan karena pemain lawan mengeluh kesakitan.”Bagaimana kita mau bermain, jika sebentar-sebentar pertandingan terhenti,” keluhnya.

Bermain melawan Kalteng Putra, Seto sebenarnya tidak banyak mengubah komposisi permainan. Praktis hanya nama striker Tambun Naibaho digantikan Adi Nugroho. Dengan komposisi tersebut, Seto pun ingin memanfaatkan serangan dari wilayah flank yang ditempati Rifal Lastori dan Slamet Budiono.

Dengan komposisi tersebut, PSS Sleman sebenarnya cukup bisa menguasai permainan. Namun sayang, serangan Super Elja tampaknya kurang begitu efektif karena hanya menghasilkan dua tendangan mengarah ke gawang dari enam prcobaan.”Skema dan komposisi yang kami mainkan tidak berjalan seperti laga sebelumnya. Tapi tidak masalah,” jelansnya.

Atas kekalahan tersebut, upaya Hisyam Tolle cs untuk memepet Madura FC di puncak klasmen pun gagal karena kini terjadi gap empat angka antara kedua tim. Bahkan, PSS Sleman harus melorot ke posisi tiga tergusur oleh Blitar United, yang pada laga kemarin meraih kemenangan. (bhn/din/fn)