KULONPROGO – Saluran induk utama (intake) Kalibawang dipastikan berfungsi Agustus 2018. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dinas Pertanian, dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) diharapkan intens memantau pengerjaan intake.

Kepala Bidang Pengairan, DPUPKP Kulonprogo, Hadi Prayitno mengatakan pintu irigasi Kalibawang ditutup 15 Mei. Dibuka lagi 1 Agustus 2018.

“Kami pastikan 1 Agustus sudah bisa digunakan,” kata Hadi yang juga Anggota Komisi Irigasi Kulonprogo Selasa (10/7).

Pihaknya sempat membuka pintu air Kalibawang pada akhir Ramadan. Pembukaan atas permintaan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo. Agar sumur warga bisa kembali digunakan.

“Namun hanya beberapa desa yang bisa teraliri. Karena jembatan air (talang) Bowong masih diperbaiki,” kata Hadi.

Pekerjaan tengah fokus pada pengerukan tanah. Sehingga tidak memungkinkan membuka pintu air. Talang Bowong pun masih terputus.

“Agustus nanti kami akan menggunakan saluran talang Bowong lama. Saluran baru butuh 3,5 tahun untuk perbaikan,” ujar Hadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Ariadi mengatakan kekeringan akan semakin buruk jika pembukaan saluran tidak seusai jadwal. “Sudah diperkirakan BPBD, sekitar area saluran bakal kering. Semoga sesuai jadwal,” kata Ariadi.

Sambil menunggu irigasi difungsikan, Tagana dari Dinas Sosial dan CSR Perusahaan melakukan droping air bersih. “Informasinya, sumur berjarak 200 meter dari irigasi mengering,” ujar Ariadi.

Irigasi Kalibawang melintasi enam kecamatan. Yakni Kalibawang, Nanggulan, Girimulyo, Pengasih, Sentolo, dan Wates. Perawatan lima tahunan memicu kekeringan lahan pertanian, sumur dan kolam warga yang dilalui irigasi Kalibawang. (tom/iwa/fn)