JOGJA – Indonesia bakal punya alutsista baru untuk TNI Angkatan Udara (AU). Hanya, jumlah pilot tempur yang ada saat ini masih jauh dari cukup untuk mendukung kekuatan pesawat-pesawat baru. Komandan Wing Taruna Akademi Angkatan Udara Kolonel Pnb Daan Sulfii mengatakan, setiap tahun dibutuhkan sedikitnya 50 penerbang. Namun, lulusan AAU per tahun hanya sekitar 100 orang. Itu pun, mereka terbagi dalam beberapa cabang keahlian.

“Tidak semua lulusan AAU jadi penerbang. Masih ada tempat-tempat lain yang juga membutuhkan,” jelasnya di sela kirab calon perwira remaja (capaja) AAU di Jalan Malioboro Senin (10/7).

Sebanyak 119 capaja mengikuti kirab ajang pamitan itu. Sembilan di antaranya capaja perempuan. Mereka dinyatakan lulus setelah menempuh pendidikan selama empat tahun di AAU. “Para capaja akan dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta 19 Juli mendatang,” jelasnya.

Kirab capaja selalu dimeriahkan penampilan Gita Dirgantara, korps drumband kebanggaan AAU. “Mereka sebelum masuk Jogja sudah kulonuwun. Sekarang mau pergi pamitan juga. Sekaligus minta restu kepada masyarakat Jogjakarta,” sambung Daan.

Sebelumnya para capaja telah berpamitan kepada Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan.

Setelah dilantik presiden, para capaja masih akan menempuh pendidikan lanjutan. Ada yang masuk sekolah penerbang atau kecabangan lain seperti intelejen atau teknik. Selanjutnya mereka disebar ke seluruh Indonesia. (riz/yog/fn)