SLEMAN – Rentang waktu antrean yang cukup panjang membuat jumlah jamaah calon haji tahun 2018 yang berusia lebih dari 70 tahun berjumlah cukup banyak yaitu 60 jamaah. Para jamaah yang berangkat tahun ini merupakan mereka yang telah mendaftar dari tahun 2011.

Lamanya antrean ini akibat dari semakin banyaknya animo masyarakat yang mendaftar haji. Sehingga waktu tunggu untuk keberangkatan semakin panjang. Para jamaah yang mendaftar tahun ini baru bisa diberangkatkan 2040. Nunggu 22 tahun!

Memang, setiap tahun, jumlah calon jamaah haji yang mendaftar selalu mengalami peningkatan. Tahun lalu, calon jamaah haji dari Sleman berjumlah 986 jamaah sedangkan tahun ini meningkat menjadi 1.144. Terbanyak dari seluruh kabupaten se-DIJ.

Inovasi dari Kementerian Agama terus dilakukan. Demikian disampaikan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Sleman Ujang Sihabudin.

Pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan indeks kepuasan calon jamaah haji. “Salah satunya meningkatkan jumlah makanan yang jika tahun lalu 25 kali jatah makan, tahun ini 40 kali jatah makan,” kata Ujang.

Dia mengatakan hal tersebut di sela Pamitan Calon Jamaah Haji 2018 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman Selasa (10/7). ‘’Kami juga memberikan kebijakan pelimpahan porsi haji kepada ahli waris,’’ ujar Ujang.

Tentu saja hal tersebut ditujukan kepada jamaah haji yang sudah melunasi biaya atau baru akan melunasi biaya namun tidak bisa berangkat karena wafat atau sakit.

Rencananya, pemberangkatan ahli waris yang menggantikan akan dilakukan tahun depan. Pemberangkatan bagi ahli waris tersebut sudah masuk di skala prioritas utama.

“Jadi tidak harus menunggu lagi,” tegasnya.

Tahun ini terdapat tiga jamaah yang sudah siap melunasi atau malah sudah melunasi pembayaran namun tidak bisa berangkat karena meninggal dunia. Pihaknya mengusulkan untuk ahli waris yang berangkat tahun depan.
“Ada satu lagi yang terkena stroke namun minta diundur agar bisa berangkat bersama anaknya,” kata Ujang.

Pihaknya sejak 2015 telah memberikan kelonggaran kepada calon jamaah haji yang berusia di atas 75 tahun agar berangkat lebih cepat. Tentu saja harus menunggu slot kosong dahulu dan mengikuti prosedur. “Jadi kalau tidak mengajukan tidak akan diproses,” ungkap Ujang.

Melihat jumlah calon jamaah haji yang sudah memasuki usia senja, pihaknya berjanji memberikan perhatian khusus. Utamanya dalam masalah kesehatan.
Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) mengatakan lantaran waktu antrean panjang dan jumlah jamaah haji setiap tahun mengalami peningkatan, meminta calon jamaah haji tidak banyak mengeluh. “Pemerintah sudah berusaha maksimal, maka fokus beribadah,” kata SP. (har/iwa/fn)