MUNGKID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan pentingnya sokongan masyarakat dalam upaya meningkatkan perekonomian dan pemerataan pembangunan wilayah pedesaan. Di antaarnya, turut aktif dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler atau Sengkuyung di wilayah Kodam IV/Diponegoro yang digelar secara serentak mulai Senin (10/7).

“TMMD bukan semata-mata membangun sarana fisik, tapi juga membangun semangat dan percaya diri masyarakat. Makanya, ayo kita sengkuyung bareng-bareng program ini demi kesejahteraan masyarakat,” pinta Ganjar usai membuka TMMD Reguler ke-102 di Desa Gandusari, bandongan, Kabupaten Magelang.

Turut hadir dalam upacara pembukaan TMMD Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni, dan beberapa pejabat teras Pemprov Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota lainnya.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa penting dan luar biasanya semangat gotong-royong membangun bangsa. Setiap program TMMD juga berhubungan dengan upaya meningkatkan derajat kehidupan dan kesehatan masyarakat. Jambanisasi, misalnya.

Menurut Ganjar, TMMD terbukti turut berperan mendukung program nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan. Adapun program nonfisik TMMD mengedukasi masyarakat tentang nasionalisme, ancaman terorisme dan radikalisme, serta bahaya narkoba. Khususnya bagi para pemuda generasi penerus bangsa.

Sementara itu, TMMD Sengkuyung di Kabupaten Purworejo menyasar pembangunan jalan sepanjang 1,2 kilometer di Desa Redin, Gebang. Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim mengatakan, selain jalan, sasaran fisik lain berupa pembuatan drainase, talud, serta gorong-gorong menjadi program utama TMMD kali ini. “Kami akan kawal program ini semaksimal mungkin agar kucuran dana dari provinsi maupun kabupaten, seta dukungan masyarakat yang mencapai Rp 228 juta bisa terserap optimal,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Purworejo Agus Bastian meminta masyarakat aktif dan ikut terjun dalam program TMMD sesuai kemampuan masing-masing. “Tidak semua desa punya kesempatan menjadi lokasi sasaran TMMD Sengkuyung seperti ini. Ini menjadi salah satu upaya percepatan infrastrktur
desa,” ujarnya.

Di Kabupaten Sleman, upacara pembukaan TMMD Sengkuyung digelar di Lapangan Desa Gandok, Sempu, Widodomartani, Ngemplak. Wakil Bupati Sri Muslimatun bertindak sebagai inspektur upacara.

“Sampai saat ini TMMD masih sangat dibutuhkan masyarakat dan pemerintah daerah dalam akselerasi pembangunan masyarakat desa,” ungkapnya. Pasiter Kodim 0732/Sleman Kapten Inf Nuegroho mengatakan, selama sebulan pelaksaan TMMD, 10 Juli – 8 Agustus, pengerasan jalan, rehabilitasi musala dan masjid, pembuatan poskamling, lantainisasi dan jambanisasi rumah warga miskin menjadi sasaran pokok.

Sedangkan fokus utama TMMD di Kota Jogja menyasar bantaran Sungai Code di Kelurahan Terban, Gondokusuman. “Bagi kami Sungai Code sangat vital. Sumber airnya yang berasal dari Gunung Merapi membuat sungai ini memiliki potensi bencana luar biasa. Apalagi permukiman warga merapat ke sungai, sehingga alirannya menyempit,” ungkap Dandim 0734/Jogja Letkol Inf Bram Pramudia. (dem/udi/yog/fn)