BANTUL – Sebagian pedagang di Pasar Angkruksari seolah sudah kehabisan akal. Mereka meminta Dinas Perdagangan (Disdag) segera melakukan pembenahan di salah satu pasar rakyat terbesar di wilayah Kretek tersebut. Sebab, desain atap pasar yang diresmikan Maret tahun lalu itu terlalu tinggi.

Suyatmi, seorang pedagang menilai, tingginya atap pasar memicu sebagian pedagang tak merasa nyaman. Saat musim hujan, misalnya, sebagian kios dan los terkena tempias. Sebaliknya, saat musim kamarau, terik sinar matahari juga masuk ke sebagian kios dan los.

”Kalau hujan, ya, dagangan harus ditutup dengan plastik,” keluhnya Selasa (10/7).

Pedagang lain bernama Ngatijah juga mengeluhkan hal serupa. Tak jarang barang dagangannya layu akibat terkena paparan sinar matahari. Meski, pedagang berusia 55 tahun ini telah memasang sejumlah aksesori seperti kanopi di depan kiosnya.

”Kalau hujan angin lebih repot lagi,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengembangan Pasar Dinas Perdagangan Bantul Bambang Hudariyanto mengatakan, standar bangunan Pasar Angkruksari sudah sesuai standar. Kendati begitu, dia tak melarang bila para pedagang memasang berbagai aksesori di sekitar kios maupun lapaknya. Tapi, dengan syarat aksesori tersebut menjadi milik pemkab bila mereka tak menempati lagi.

”Sehingga tidak ada rencana untuk perbaikan atap Pasar Angkruksari yang terlalu tinggi,” katanya. (ega/zam/fn)