SLEMAN – JKT48 punya gawe di Jogja. Selain perfomance, tiga member JKT48, KIII, cukup sibuk dengan seabrek acara meet and great dengan para fanbase. Mereka adalah Viviyona Apriani, Shania Gracia, dan Shani Indira Natio. Di sela kesibukan itu, mereka menyempatkan belanja batik di Malioboro dan mampir di kantor Radar Jogja Senin (9/7).

Sang kapten JKT48 Tim KIII, Viviyona Apriani, mengaku senang berada di Jogja. Selain fans yang ramah, dia kepincut suasana Malioboro. “Seru, masih sempat belanja batik,” kata Yona, sapaannya.“Saat meet and great kami juga pakai kostum batik,” sambung Shania Gracia, member JKT48 lain yang mengenakan kaus bertuliskan “RE: BOOST” warna putih dan rok batik ketika berkunjung di kantor Radar Jogja.

Menurut Yona, fans JKT48 di Jogja tertib dan sopan. Itu terlihat dari pementasan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada (PKKH UGM) Minggu (8/7) malam lalu.

“Kalau biasanya histeris lalu lupa kanan-kirinya, nah fans di Jogja ini tertib semua. Saat kami minta duduk, mereka menurut,” ungkapnya.

Dikatakan, fans di Jogja merupakan salah satu fanbase terbesar JKT48. Alasan itu pula yang mendorong mereka berencana melakukan open recruitment untuk angkatan tujuh di Jogja.

“Seru banget bisa bertemu dengan fans di Jogja. Kami sudah sering sekali ke Jogja dan sambutannya selalu ramai,” ujar Yona.

Sementara bagi Shani Indira Natio, Jogja memiliki kenangan tersendiri. Shani menganggap Jogja sebagai tempat asalnya. Dia sempat berdomisili di Jogja dan sekolah di Budi Mulia Dua (BMD) sejak SD hingga SMA. “Kalau di Jogja senang bisa makan jajan pasar,” ungkapnya.

Shani mengatakan, Jogja menjadi kota kelima yang mereka datangi dalam roadshow JKT48 Tim KIII. Selanjutnya mereka akan berkunjung ke Solo dan tiga kota lain.

Ditanya kriteria bisa gabung dengan JKT Academy, ketiga dara ayu itu kompak menjawab. Syaratnya mau belajar dan berusaha. Nantinya para calon member akan dikelompokkan dalam kelas A dan B. “Kelas A itu untuk yang nilainya baik. Setiap beberapa bulan sekali ada evaluasi. Dari situ nanti bisa naik ke kelas A dan bisa jadi member JKT48,” jelas Shani

Nah, mengenai keberhasilan sebagai member JKT48, Yona sedikit berbagi kiat. Menjadi member JKT48 memang menjadi cita-cita dara kelahiran 13 April 1994 itu. Awalnya, Yona hanya salah satu fans JKT48 angkatan pertama.

“Waktu itu beli pin-nya, bahkan sering nonton saat perfomance. Dalam hati aku ingin sekali gabung dengan JKT48,” ujarnya.

Kemudian, dia pun memberanikan diri mendaftar saat JKT48 mencari member baru. Yona pun berhasil menjadi member angkatan dua hingga saat ini. Lebih dari itu, selain menjadi kapten Yona menjadi salah satu member JKT48 yang memiliki fans terbesar.

Lain cerita dengan Shani dan Shania. Keduanya justru menjadi member karena diajak teman-temannya. “Iya awalnya teman yang mendaftar, aku cuma ikut-ikutan. Tapi ternyata justru aku yang diterima,” ujar Shani.

Gracia pun menimpali. “Aku juga, awalnya cuma ikut-ikutan teman. Awalnya juga nggak percaya kalau bisa diterima jadi member karena memang belum bisa nyanyi dan menari. Tapi, saat di JKT Academy dilatih dan sekarang bisa,” ungkap Gracia yang saat ini sudah menjadi mahasiswi ini.

Menjadi member JKT48 memang tak mudah. Berbagai kendala kerap dialami setiap member. Menurut Yona, selain latihan ekstra untuk gerakan tari, mereka juga harus pintar membagi waktu untuk sekolah atau kuliah. Itulah tantangan mereka.

“Apalagi jika jadwal kuliah bentrok dengan kegiatan JKT48. Jadi kami juga belajar untuk memanajemen waktu,” ungkapnya.

Selain itu, mereka harus taat aturan untuk tidak pacaran selama menjadi member JKT48. Agar setiap member bisa lebih fokus dengan kegiatan JKT48. (ila/yog/fn)

MERIAH: Member JKT 48 bersama kru Radar Jogja di sela roadshow di Jogjakarta Senin (9/7). (ADIT WINASPUTRA/ZETIZEN JOGJA)