JOGJA – Dilarang untuk mendukung Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden, puluhan pengurus Pemuda Partai Persatuan Indonesia (Perindo) DIJ bedol desa. Mereka menyatakan keluar sebagai sayap partai dan Partai Perindo. Termasuk tidak melanjutkan proses pendaftaran bakal calon legislatif.

“Kami bedol desa keluar dari Pemuda Perindo maupun Partai Perindo,” tegas Ketua DPW Pemuda Perindo RM Jeferson Lanang Haryo Prakosa dalam jumpa pers di Ndalem Notoprajan Senin (9/7). Aksi bedol desa para pengurus DPW dan DPD Pemuda Perindo tersebut ditandai dengan penurunan papan nama kantor yang selama ini dipasang di sana.

Jeferson mengatakan bedol desa yang dilakukan para pengurus dan anggota Pemuda Perindo DIJ tersebut sebagai respons dari perjalanan Perindo maupun sayap partai selama ini. Puncaknya, saat penjaringan bacaleg Perindo DIJ, Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Perindo DIJ selalu mengungkapkan jangan memilih Jokowi. Menurut dia arahan dari Bapilu DPW Perindo DIJ tersebut berbeda dengan hasil Rapimnas Maret lalu. “Alasannya karena pemerintahan saat ini mendzolimi ketua umum, padahal hasil Rakornas mendukung Jokowi sebagai capres,” ungkapnya.

Hal lain yang juga mendorong aksi bedol desa adalah kinerja DPW Perindo DIJ selama ini. Bahkan beberapa waktu lalu DPW Pemuda Perindo DIJ sempat mendapingi pengurus DPD Perindo Bantul dan Gunungkidul menggeruduk kantor DPW Perindo DIJ. “Termasuk untuk keuangan, selama ini Pemuda Perindo tidak pernah ada bantuan dari DPW Perindo DIJ,” jelasnya.

Dengan aksi bedol desa ini, Jeferson mengklaim akan diikuti ratusan anggota Pemuda Perindo di DIJ. Menurut dia di tingkat DPW Pemuda Perindo DIJ saja ada 23 pengurus dan di tiap DPD Pemuda Perindo kabupaten dan kota ada 15 pengurus. Mereka juga tidak akan melanjutkan proses pencalegan yang saat ini sedang berjalan. “Untuk pencalegan ini saja DPW Perindo DIJ masih kesulitan mencari orang, itu menunjukkan jika selama ini mereka tidak bekerja,” terangnya.

Ketua DPW Perindo DIJ Nanang Sri Roekmadi menyatakan tidak akan nggondeli anggotanya yang sudah menyatakan keluar dari Perindo DIJ. Menurut dia hal itu merupakan pilihan politik tiap anggota dan tidak akan berpengaruh pada Partai Perindo DIJ. “Hal seseorang mau ke mana, saya hanya ucapkan terima kasih selama ini sudah berjuang bersama meski akhirnya memilih berjuang di jalur berbeda,” ujarnya.

Sepengetahuannya, sayap partai Perindo, kepengurusan Pemuda Perindo belum pernah terbentuk. Untuk pencalegan, Nanang mengatakan juga tidak ada masalah. Bahkan DPW dan DPD Perindo di DIJ sudah mendaftarkan diri ke KPU. “Kami tidak akan piye-piye, Perindo tetap solid,” tegasnya.

Terkait dengan pernyataan jika ada anggota Bapilu Perindo DIJ yang dalam paparannya mengajak tidak memilih Jokowi dalam Pilpres, Nanang meminta untuk dibuktikan dan dipertemukan pada pelakunya. “Di Rapimnas jelas kami dukung Jokowi. Kalau ada yang sebaliknya tolong dibuktikan,” pintanya. (pra/din/fn)