BANTUL – Kontes Robot Indonesia (KRI) kembali digelar. Program Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti ini akan berlangsung di Sportorium UMY pada 10-13 Juli 2018.

“Ada lima kategori robot yang dipertandingkan. Yakni Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Beroda, serta Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI),” ujar ketua panitia KRI 2018 Sri Atmaja Senin (9/7).

Untuk KRAI kali ini bertema Lempar Bola Berkah. Tema tersebut mengadaptasikan tema kompetisi ABU Robocon internasional yang akan digelar di Ninh-Binh Vietnam Agustus 2018, UMY pernah menjadi tuan rumah pada 2015.

“Juara KRI kali ini akan mewakili Indonesia dalam ajang tersebut,” kata Atmaja.
Ketua Dewan Juri KRI 2018 Wahidin Wahab mengatakan akan ada perpaduan antara teknologi dan kearifan lokal dalam kontes kali ini. “Kami mengusung tema Robot Penari Remo, tarian khas Jombang,” ungkap Wahidin.

KRSTI berjumlah dua tipe otomatis. Kedua robot itu akan menari mengikuti musik selama tiga menit. Robot yang berhasil mengikuti irama menjadi pemenang.

Wahidin mengatakan seluruh peserta sudah melalui seleksi sejak Desember 2017 di daerah masing-masing yang dibagi dalam lima regional. Juara pertama, kedua, dan ketiga dikirim mengikuti kontes robot nasional ini.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan AIK UMY Hilman Latief mengatakan UMY sudah menyediakan dan mempersiapkan fasilitas untuk KRI ini. Akan ada ribuan pengunjung datang. Hal tersebut menjadi peluang pariwisata Bantul.

“Saya optimistis seluruh peserta dan penonton KRI ingin sekaligus berwisata. Destinasi wisata Bantul merupakan objek wisata instagramable seperti Mangunan, Dlingo, dan Gumuk Pasir,” kata Hilman. (*/ita/iwa/fn)