KULONPROGO – Belasan warga Pedukuhan Nglawang, Desa Jangkaran, Temon mendatangi Help Desk New Yogyakarta International Airport (NYIA) kemarin (9/7). Mereka mengeluhkan debu pembangunan NYIA.

Mereka tinggal di luar lokasi Izin Penetapan Lokasi (IPL) NYIA. Warga diterima perwakilan PT Angkasa Pura (AP) I, PT Pembangunan Perumahan (PP) dan aparat kepolisian dan TNI.

“Sudah dua minggu lebih sejak pertemuan warga dengan PP dan AP I belum ada tindak lanjutnya. Bagaimana nasib kami?” Tanya Dukuh Nglawang Supandi.
Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) terimbas debu NYIA. Mereka adalah warga dari tiga pedukuhan, yakni Nglawang, Kledekan Kulon dan Jangkaran. Warga minta bantuan alat kesehatan, alat kebersihan dan kompensasi Rp 2 juta per KK.

Sebelumnya, PP berjanji memberi uang kompensasi Rp 150 ribu bagi masing-masing KK. Namun jumlah tersebut dinilai terlalu kecil.

“Sebelum ada kejelasan, warga meminta alat berat tak beroperasi dahulu. Sebab kondisi ini telah berlangsung sejak empat bulan lalu,” kata Supandi.

Debu bandara mematikan perekonomian warga. Warung makan tutup dagangan terpapar debu. “Memang pernah ada bantuan masker. PP juga berjanji mengecek kesehatan seminggu sekali, tapi hanya berlangsung dua kali,” kata Supandi.

Perwakilan PP Syahroni mengatakan tuntutan warga segera disampaikan kepada pimpinannya. Pihaknya telah berupaya meminimalisasi debu dengan menyiram air.

“Sebetulnya semua cara sudah kami lakukan, untuk mengurangi debu ketika proyek berlangsung,” kata Syahroni. (tom/iwa/fn)