JOGJA – PSIM Jogja menargetkan poin maksimal saat bertandang ke Stadion Semeru Lumajang, markas Persigo Semeru FC, dalam laga ke tujuh wilayah timur Liga 2, hari ini (9/7). Meski begitu, PSIM patut mewaspadai kebangkitan tuan rumah yang pada laga sebelum dibekuk Madura FC dengan gelontoran tiga gol tanpa balas.

Bertanding di Lumajang, PSIM membawa 18 skuad terbaiknya seperti saat menghadapi Martapura FC di Stadion Sultan Agung, Selasa (3/7). Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto berharap perjalanan panjang lebih dari 12 jam menuju Lumajang, tidak mengganggu stamina dan konsentrasi para pemainnya.
“Kami punya waktu sehari untuk pemulihan setelah perjalanan cukup panjang karena terkena macet. Memberi waktu pemulihan, uji coba lapangan kami lakukan sore hari dan semoga besok (har ini, Red) kami bisa tampil baik,” kata Erwan Minggu (8/7).

Meski bermain di laga tandang, ia menyebut skuadnya tetap tampil menyerang seperti di laga sebelumnya. Skuad Mataram Knight –julukan PSIM Jogja– menargetkan poin penuh agar untuk lepas dari zona degradasi.

Saat ini PSIM Jogja berada di peringkat 11 dengan nilai dua, berbeda empat peringkat dengan Persigo Semeru FC yang di papan tengah dengan poin 6. Raihan tiga poin, membuka peluang PSIM mengudeta Persiba Balikpapan yang ada diposisi 9 dengan nilai 4. “Meski bermain away bukan berarti kami main bertahan. Kami tetap bermain normal,” jelasnya.

Sementara Pelatih Laskar Mataram Bona Simanjuntuk meminta anak asuhnya tidak lengah dan mengantisipasi kebangkitan tim tuan rumah. Dia meyakini skuad The Volcano -julukan Semeru FC, akan bermain habis-habisan untuk menghidari brace kekalahan setelah libur Lebaran.

”Selain drill finishing kami juga telah asah transisi penyerangan ke bertahan dalam latihan, untuk antisipasi pemain mereka yang beroperasi di flank,” jelasnya.

Melawan skuad asuhan Putut Widjanarko, PSIM Jogja pun sepertinya tetap mempertahankan winning team seperti melawan Martapura FC. Ismail Harris yang masih belum produktif bagi PSIM, masih dipercaya menjadi menjadi target man di lini depan serta ditopang oleh tiga gelandang serang Hendika Arga, Hendri Satriadi, dan Supriadi.

Sementara di depan kiper Ivan Febrianto, kuartet Edo Pratama, Fandy Edy, Riskal Susanto dan M. Arifin tetap akan dipertahankan. Sedangkan dua gelandang bertahan, Yoga Pratama dan Raymond Tauntu, dipercaya untuk mematikan pergerakan striker tuan rumah Yogi Novrian dan gelandang serang, I Gede Warih. (bhn/laz/fn)