MAGELANG – Berbagai kegiatan telah digelar Polres Magelang Kota dalam memperingati HUT ke-72 Bhayangkara tahun 2018. Salah satu kegiatan yang menarik adalah Lomba Tari Topeng Ireng. Kegiatan bernuansa budaya ini diharapkan mampu meningkatkan pariwisata di Kota Magelang, selain “nguri-uri kabudayan” itu sendiri.

Dijelaskan Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan, tari topeng ireng merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di daerah Magelang dan sekitarnya. Tari itu merupakan pengembangan dari tari dayakan yang sudah berkembang terlebih dahulu, sehingga tarian ini juga sering disebut tari dayakan.

“Pada dasarnya tari topeng ireng merupakan metamorfosis dari kesenian kubro siswo yang telah dimodifikasikan tanpa mengubah gerakan aslinya,” katanya Minggu (8/7).

Menurut Kristanto, sebagai warisan budaya tari topeng ireng perlu dijaga dan dilestarikan. Lomba ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian Polres Magelang Kota dalam mendukung program pengembangan pariwisata di wilayah ini, terutama bidang seni budaya.

Kegiatan yang dilaksanakan kemarin pagi di depan Mapolres Magelang Kota diikuti 15 kelompok kesenian topeng ireng dari Kota dan Kabupaten Magelang. Usai upacara pembukaan, grup topeng ireng dari Polres Magelang Kota yang terdiri atas para anggota Polri, ikut unjuk penampilan.

Bahkan tak segan para penari, terutama mereka yang berpangkat perwira menengah, ikut meminta para pejabat yang hadir untuk ikut menari. Termasuk Kapolres, Kabag Ops Kompol Sri Hatmo, Kabag Ren Kompol Wigiyanti dan lainnya. (dem/laz/fn)