GARIS POLISI: Lokasi Identifikasi sementara Mr X di kawasan Pantai Parangtritis.

BANTUL – Setelah tujuh hari Basarnas DIJ akhirnya menghentikan pencarian Ismaumaulid Bali Muhammad,13, yang hilang tergulung ombak Pantai Parangtritis, Bantul pada Minggu (1/7). Di luar dugaan SAR Parangtritis dan Polair Polda DIJ menemukan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir dini hari sekitar pukul 02.30 kemarin (8/7). Meski kondisi mayat tak lagi utuh, Koordinator SAR Parangtritis Muhammad Arif Nugraha memastikan jasad yang ditemukan bukan Bali. Setelah diidentifikasi mayat tersebut diduga berusia dewasa. Kini mayat tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIJ.

“Kami sebut Mr X karena tidak ada identitasnya. Dia diduga terseret ombak dan sampai di sini. Sudah kami konfirmasi dengan keluarga (Bali, Red), ciri-cirinya berbeda,” ungkapnya Minggu (8/7).

Arif menduga, mayat Mr X sudah cukup lama terapung di lautan. Bagian tubuh yang tidak lengkap menjadi cirinya. Bagian pinggang ke atas hanya menyisakan tengkorak dan tulang-belulang. Lengan tangan kiri dan kaki terputus. Celana panjang warna gelap dan sabuk dari seutas tali yang menempel dibadan menjadi ciri jasad tersebut.

SAR Parangtritis telah menyebar informasi ihwal temuan mayat tersebut ke seluruh tim SAR pesisir pantai. Hal itu untuk melacak adanya kecelakaan laut atau informasi orang hilang. SAR Parangtritis juga berkoordinasi dengan kepolisian.

Sementara itu, mengenai penghentian pencarian Bali, Humas Basarnas DIJ Pipit Eriyanto menyatakan telah memberitahukannya kepada keluarga korban. Menurutnya, langkah tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Kendati demikian, operasi pencarian korban bisa dilanjutkan lagi apabila ada tanda-tanda ditemukannya korban.

Saat ini proses pencarian korban dilanjutkan oleh tim SAR setempat. Untuk kepentingan tersebut Basarnas DIJ berkoordinasi dengan Direktorat Polair Polda DIJ, Lanal Jogjakarta, Satlinmas Wilayah III Parangtritis, Satlinmas Wilayah V Glagah, dan relawan SAR. “Dari hasil konsolidasi dengan keluarga korban, mereka bisa memahami dan setuju,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, ombak Pantai Parangtritis Minggu (1/7) menggulung dua wisatawan asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Keduanya adalah Ismaumaulid Bali Muhammad dan Mansur,25. Jasad Mansur ditemukan sehari kemudian di selatan Menara Pandansari, Bantul. Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, Mansur ikut terseret ombak dan tenggelam saat berusaha menolong Bali. (dwi/yog/fn)