SLEMAN – Atlet merupakan salah satu profesi dengan risiko yang cukup tingga karena cedera yang kerap menimpa mereka. Olahraga sepakbola dan bela diri misalnya, memiliki potensi cedera cukup tinggi dikarenakan benturan fisik yang kerap terjadi di olahraga tersebut.

Ternyata, perawatan atlet yang mengalami cedera tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah-DIJ Aris Jatmiko menyebut cedera atlet termasuk dalam ranah kecelakaan kerja. Sehingga, biaya perawatan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

”Ada penjaminan lain mengenai kecelakaan kerja,” kata Aris ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Sleman, Sabtu (7/7).

Pembiayaan penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan, kata Aris, mengacu pada Permenkes 28/2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Cedera yang dialami oleh seorang atlet saat bertanding atau berkompetisi tidak termasuk dalam salah satu dari daftar penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Sementara itu, di bagian lain, Aris menyebut kepesertaan BPJS Kesehatan terus tumbuh yang saat ini mencapai 198, 8 juta peserta. Sementara di Jawa Tengah sendiri angka kepesertaan mencapai 29,9 juta. Sedangkan untuk wilayah Sleman sendiri sudah mencapai 90 persen penduduk atau berkisar 1,2 juta peserta.

”Untuk meningkatkan mutu, kami terus melakukan inovasi salah satunya melalui eksekutif frontliner yakni para pimpinan turun ke bawah memberikan pelayanan,” jelasnya. (bhn/ila)