JOGJA – Dalam peringatan HUT ke-72,  PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Wilayah Jogjakarta menargetkan bisa meraih10 ribu pelanggan untuk Yap! atau Your All Payment di DIJ. Saat ini aplikasi Yap! sudah bisa dinikmati untuk pembayaran non tunai di sepanjang Tugu Jogja hingga Malioboro.

“Sekarang setiap transaksi dari Jalan Margoutomo hingga Malioboro, termasuk di pasar Beringharjo sudah bisa dilakukan dengan Yap!,” ujar CEO BNI Wilayah Jogjakarta Arif Suwasono di sela puncak perayaan HUT BNI ke-72 di Monumen Serangan Umum 1 Maret minggu (8/7). Dalam kegiatan tersebut diisi dengan funwalk oleh sekitar 3.500 orang perwakilan dari 15 Kantor Cabang BNI dan empat Sentra se Wilayah Jogjakarta.

Arif mengatakan saat ini BNI Wilayah Jogjakarta sudah melebihi harapan Menteri BUMN untuk melakukan sinergi antar BUMN. BNI Wilayah Jogjakarta, jelas dia, sudah melakukan kerjasama dengan Pemerintah daerah di DIJ. Salah satunya dengan menggencarkan pemakaian pembayaran non tunai melalui Yap!. “Dengan Yap! ini sudah mengarah ke cardless tidak hanya cashless, karena semua transaksi menggunakan smartphone,” ungkapnya.

Pengguna cukup melakukan scan QR code untuk dapat melakukan pembayaran di tenant – tenant yang telah disediakan kemudian melakukan input pin sebagai verifikasi keamanan. Dengan Yap!, lanjut Arif, juga memudahkan merchant atau toko, karena tidak perlu memasang mesin Electronic Data Capture (EDC). Tapi cukup mengunduh aplikasi Yap! dan menyiapkan QR Code. Di Kota Jogja paling tidak sudah ada 150 merchant yang menggunakan Yap!. “Masyarakat yang mau bayar tinggal scan QR Code yang dipasang di merchant dan mengetik nominal yang akan dibayarkan,” terangnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti yang hadir dalam puncak peringatan HUT BNI ke-72, juga mengapresiasi upaya digitalisasi yang sudah dirintis BNI. Diakuinya pada masa depan transaksi non tunai merupakan kebutuhan masyarakat. Itu pula yang sudah dirintis oleh Pemkot Jogja dengan mewajibkan pembayaran non tunai untuk transaksi Rp500 ribu ke atas. “Tren ke depan untuk keamanan memang mengarah ke transaksi non tunai, tanpa harus membawa uang tunai,” ujarnya. (pra/ong)