JOGJA – PSIM Jogja membawa 18 pemain terbaiknya guna mempersiapkan laga tadang ke Jawa Timur, guna menghadapi Persigo Semeru FC di Stadion Semeru Lumajang, Senin (9/7) mendatang. Laga tandang kali ini, Laskar Mataram dapat membawa skuad terbaiknya seperti saat mengalahkan Martapura FC di laga kandang dengan skor meyakinkan 3-1.

Dalam latihan terakhir, pelatih fokus memperbaiki transisi permainan tim, yang dinilai masih mengalami persoalan. Selain persoalan transisi, pelatih juga fokus pada pembenahan penyelesaian akhir para goal gatter yang dinilai masih kurang produktif. Sebenarnya cara hasil (lawan Martapura FC, Red) menurutnya sudah sesuai dengan apa yang dimaui. “Secara permainan belum sesuai dengan apa yang kami mau,” kata manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto Jumat (6/7).

Erwan menyoroti transisi dari peyerangan ke pertahanan. Dia melihat masih ada jarak antar lini pemain sehingga saat lawan melakukan serangan balik, penjagaan terhadap pemain sangat kendor. Apalagi, koordinasi antar pemain belakang tidak begitu bagus dalam mengantisipasi serangan. ”Dua hari ini sebelum berangkat ke Lumajang, kami fokuskan pada persoalan transisi,” kata Erwan.

Catatan bagi Laskar Mataram) sebelum laga away, yakni kekalahan saat uji coba melawan Protaba 0-1. Erwan menilai kekalahan saat uji coba tersebut bukan sebuah persoalan besar. Karena dalam uji coba tersebut, sebagian besar pemain yang dimainkan tidak bermain pada laga melawan Martapura FC. ”Nggak ada masalah, karena uji coba itu untuk menjaga ritme para pemain yang belum mendapatkan kesempatan bermain,” ujarnya.

Sementara ke-18 pemain yang akan dibawa oleh PSIM Jogja untuk menghadapi laga ke tujuh di adalah Ivan Febrianto dan Ritonga diposisi penjaga gawang. Di posisi pemain belakang ada nama Edo Pratama, Nanda Bagus, Arief Yulianto, Fandy Edy, Ayub Antoh, M Arifin, dan Riskal Susanto. Pemain lain yang dibawa, Hendika Arga, M Rifky, Fachri Muslim, Hendrico, Raymond, Achmad Setiawan, Supriyadi, Yoga P, dan Ismail Haris.

Hasil positif diraih PSIM Jogja saat menjamu Martapura FC di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Selasa (3/7) lalu. Tuan rumah menang 3-1 dan menempatkan mereka ke posisi 10 klasemen Grup Timur Liga 2 dengan nilai dua.

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak menilai hasil sempurna tersebut menjadi pelecut bagi pemain untuk melangkah ke pertandingan selanjutnya. “Permainan kami masih panjang. Masih banyak yang harus dievaluasi,” ujar Bona usai laga.
Evaluasi itu termasuk peran dari goal gatter PSIM yang dinilai belum produktif. Sebab, keunggulan PSIM Jogja lahir dari dua beknya, Fandy Ahmad dan Mochamd Arifin. Sementara satu gol lainnya lahir dari kaki jendral lapangan tengah, Hendika Arga. (bhn/din/mg1)