SLEMAN – Sebagai program pengentasan kemiskinan diluncurkan PerpuSeru (Perpustakaan Seru) kemarin. Program yang bermitra dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) ini merupakan transformasi perpustakaan berbasis teknologi. Menjadikannya sebagai pusat belajar literasi.

Hingga saat ini program PerpuSeru telah ada di 18 provinsi. Terdapat 104 perpustakaan kabupaten, dan 768 perpustakaan desa. Berhasil memberikan dampak ekonomi dan sosial pada masyarakat.

Perpusnas RI didukung oleh Bappenas mulai melakukan replikasi PerpuSeru di 60 perpustakaan kabupaten pada 2018. Pada 2019 Bappenas telah menyetujui program PerpuSeru untuk masuk ke dalam Prioritas.

“Dari PerpuSeru ini mereka yang sebelumnya tidak mempunyai lapangan pekerjaan, sekarang punya usaha sendiri. Kami memberikan pembinaan berkelanjutan melalui layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando.

Salah seorang pengguna PerpuSeru dari Pamekasan Madura Wahid mengatakan awalnya dia hanya bekerja sebagai tukang parkir. Lalu ikut belajar dari internet bagaimana cara berternak ayam potong.

“Tadinya cuma punya dua ekor ayam sekarang 1.000 ekor. Dalam tiga bulan saya bisa menghasilkan Rp 10 juta,” ungkapnya.

Wahid menceritakan, sebelumnya dia tidak tahu bagaimana mengakses internet. Setelah belajar di perpustakan dia mengerti dan memanfaatkan dengan baik.

PerpuSeru diinisiasi Coca-Cola Foundation Indonesia. “Kami bermitra dengan perpustakaan di desa-desa dan kabupaten. Memberikan pendampingan bagaimana meningkatkan akses dan penggunaan layanan komputer dan internet oleh masyarakat,” kata Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia Titie Sadarini dalam kegiatan Lapak PerpuSeru di Ambarukmo Plaza Jumat (6/7).

Titie mengatakan program ini megubah atmosfer perpustakaan menjadi lebih cozy. Buku tetap ada di perpustakaan desa namun yang diunggulkan adalah jaringan internet.

Sehingga masyarakat di desa bisa mengakses informasi apapun untuk memulai suatu usaha. Atau mengembangkan usaha yang mereka tekuni.

Penyelenggara Lapak PerpuSeru menampilkan ratusan karya masyarakat dari program PerpuSeru. Mereka dari berbagai daerah di Indonesia. Memerlihatkan kreativitas mulai pakaian, kerajinan tangan, kain tradisional, makanan khas daerah hingga olahan kopi.

Melalui perpustakaan, masyarakat produktif secara ekonomi. Lonjakan pengunjung perpustakaan juga signifikan. Kemudian melahirkan usaha dengan mengangkat potensi masyarakat lokal. Sudah lebih dari 14 juta masyarakat mengakses PerpuSeru. (ita/iwa/mg1)