JOGJA – Hasil kompromi mata dan perut, turunnya ke hati. Itulah yang dikatakan Camat Gondomanan Agus Arif mengomentari relokasi parkir dari depan Kantor Pos Besar dan Museum Bank Indonesia ke halaman belakang Kantor Pos Besar dan Jalan Secodiningratan atau depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIJ.

Area di utara Kantor Pos Besar dan Museum Bank Indonesia tersebut dibuat steril dari parkir tidak hanya karena menjadi bagian dari rencana pembangunan kawasan pedestrian di Titik Nol Kilometer Jogja. Larangan parkir di sana dibuat permanen. Alternatif parkir dipindah ke bagian belakang Kantor Pos Besar dan jika malam juga diperbolehkan di Jalan Secodiningratan. “Rembugan dengan semua pihak sudah selesai dan semua bisa memahami, termasuk juru parkir,” ujar Agus di sela pemasangan pagar larangan parkir, Jumat (6/7).

Diakuinya dengan pemindahan tersebut masyarakat harus sedikit berjalan lebih jauh dari sebelumnya. Tapi itu sudah merupakan kesepakatan semua pihak di sana. Masyarakat juga diminta menjaga dengan tidak parkir di tempat larangan parkir. “Kita sama-sama menjaga, kalaupun harus berjalan dari parkir paling 100-200 meter,” paparnya.

Salah seorang jukir di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja Agus Suprawoto juga mengaku sudah ikhlas lahan yang selama ini dipakainya untuk parkir dipindah. Pria yang akrab disapa Gendut itu mengaku tidak merasa diusir dengan relokasi parkir tersebut. Gendut mengaku menyadari pentingnya penataan kawasan Titik Nol Kilometer.”Penataan itu untuk kepentingan bersama. Yang penting kami masih diberi tempat,” ujarnya.

Untuk lokasi relokasi, Gendut mengakui dibandingkan lokasi yang dipakai sebelumnya lebih kecil. Dari perkiraannya parkir di depan Kantor Pos Besar dan Museum BI sekali parkir bisa 70-75 motor, tetapi di lokasi baru perhitungannya hanya menampung 60-65 motor saja. Tapi itu masih disyukurinya karena masih bisa mempekerjakan 12 anak buah jukir. “Di sini ada empat juru parkir yang memiliki izin dengan total ada 42 anggota juru parkir. Saya sendiri punya 12 anggota,” katanya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi yang juga hadir di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja mengapresiasi kerelaan para jukir. Menurut dia lokasi yang digunakan parkir tersebut amsuk dalma bagian penataan wajah Kota Jogja. Kawasan tersebut diharapkan bisa menjadi area publik. “Titik Nol Kilometer itu jadi salah satu tujuan wisatawan ke Jogja, perlu kesadaran bersama untuk menatanya,” jelas dia. (pra/din/mg1)