SLEMAN – Museum menjadi sarana edukasi masyarakat. Dahulu museum dianggap tempat penyimpanan barang kuno sehingga generasi muda enggan datang.

Seiring berjalannya waktu, pamor museum mulai terangkat. Hal tersebut tidak lepas dari analisis kondisi terkini dari pengelola museum. Semakin hari inovasi menggaet pengunjung semakin gencar. Mulai pemilihan duta museum, promosi via media sosial atau melalui travel dialog.

“Travel dialog berupa kunjungan ke daerah-daerah,” kata Kepala Bagian

Operasional Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali) Nanang Dwinarto di sela Senam dan Syawalan bersama Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIJ di Monjali Jumat (6/7).

Kata Nanang, kunjungan tersebut untuk mengenalkan potensi wisata museum ke daerah lain. Sehingga menjadi pemicu agar kunjungan masyarakat ke museum makin banyak.

Saat ini sudah ada pergeseran pandangan masyarakat terhadap museum. Saat ini sudah banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya museum.

Manfaat museum berupa sarana edukasi, rekreasi, dan mengenal sejarah. Dapat menumbuhkan rasa kebangsaan generasi muda. “Museum bukan lagi tempat rongsokan, tapi tempat mencari ilmu,” tegasnya.

Sementara itu, di Monjali diselenggarakan syawalan dan senam bersama untuk seluruh anggota Barahmus dari 36 museum se-DIJ. Acara tersebut juga bertepatan dengan HUT ke-29 Monjali.

“Tujuannya selain silaturahmi antarmuseum, juga meningkatkan produktivitas dengan acara rutin senam setiap bulan,” kata Nanang. (har/iwa/mg1)