MUNGKID – Ada layanan baru yang dilakukan Pemkab Magelang melalui Bidang Metrologi, Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM). Mulai awal Juli ini membuka pelayanan mandiri tera ulang terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. Sebelum mandiri, Disdagkop UKM Kabupaten Magelang bekerja sama dengan UPT Metrologi Jogjakarta.

“Sekarang SDM kami sudah ada, peralatan juga sudah komplit, kelembagaan juga termasuk sudah bagus karena yang lain itu UPT, kami Bidang. SK PPTU (Pelayanan Tera dan Tera Ulang). Kami mulai beroperasi 1 Juli 2018 dan ini satu-satunya di (eks karesidenan) Kedu yang sudah mulai operasional,” kata Sekretaris Disdagkop UKM Pemkab Magelang Achmad Ruswanto Jumat (6/7).

Langkah itu guna melindungi kepentingan umum di sektor industri dan perdagangan. Karena perlu ada jaminan dalam kebenaran pengukuran dan adanya ketertiban serta kepastian hukum dalam pemakaian satuan. Baik satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).

“SK Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga nomor 39/PKTN/ KKPTTU/ 05/ 2018 menyatakan Bidang Metrologi pada Disdagkop UKM Kabupaten Magelang sudah mampu melakukan pelayanan tera dan tera ulang,” tuturnya.

Layanan tera ulang yang baru berjalan ini terus disosialisasikan hingga ke desa-desa agar masyarakat sadar akan pentingnya tertib ukur yang memberikan perlindungan pada masyarakat itu sendiri selaku konsumen.

“Misalnya kalau beli gula pasir satu kilo itu benar-benar satu kilogram jadi tidak dirugikan. Ukurannya betul-betul tepat,” ujar Achmad.

Ditambahkan Kepala Bidang Metrologi Disdagkop UKM Uswatun Wulandari, semua jenis usaha wajib ditera ulang secara berkala, termasuk timbangan jasa usaha ekspedisi, laundry, hingga meteran air ataupun listrik.

“Timbangan meja untuk yang di pasar, kemudian pompa ukur di pom bensin, nosel-nosel itu harus kami tera setahun sekali. Kalau ada loncatan untuk pengukuran (BBM) mereka juga harus meminta ke kita, jadi setahun bisa beberapa kali, kalau timbangan meja cukup setahun sekali,” jelasnya.

Jumat (6/7), Disdagkop UKM melakukan pelayanan tera ulang dengan Sidang Tera di Pasar Talun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Menurut Wulandari, ada beberapa jenis mekanisme pelayanan tera ulang bagi masyarakat, salah satunya pelayanan di kantor. Pihaknya juga rutin melakukan Sidang Tera, yakni pelayanan tera ulang di pasar-pasar.

“Selain itu kami juga ada pelayanan loko, ketika dari perusahaan minta untuk ditera misalnya jembatan timbang atau pombensin SPBU itu bisa kami layani dengan membawa alat ke lokasi,” ungkapnya

Diketahui, empat pasar di Kabupaten Magelang sudah mendapat penghargaan Pasar Tertib Ukur karena semua alat ukur atau timbangan di pasar itu sudah ditera ulang, yakni Pasar Mungkid, Salaman, Bandongan dan Secang.
Tahun ini Disdagkop UKM mengajukan Pasar Talun dan Grabag untuk mengikuti penilaian Pasar Tertib Ukur oleh Kementrian Perdagangan.

“Harapannya, ke depan, semua pasar di Kabupaten Magelang bisa menjadi Pasar Tertib Ukur. Nanti finalnya kami akan ada penilaian Daerah Tertib Ukur, kami juga akan mengajukan itu,” tandasnya. (dem/laz/mg1)