BANTUL – Problem terbaru di area zona inti Gumuk Pasir tidak hanya taman bunga. Melainkan juga menjamurnya berbagai bangunan baru di sebelah selatan salah satu warisan dunia tersebut. Kondisi ini kian memperparah banyaknya vegetasi seperti pepohonan cemara. Di mana hingga sekarang belum pernah tersentuh penertiban.

Staf Peneliti Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSC) Dharma Putra menilai, keberadaan berbagai bangunan semi permanen dan vegetasi mengganggu terbentuknya barchan (gundukan pasir). Persoalannya, menertibkan berbagai bangunan yang di antaranya berupa toko kelontong ini bukan perkara mudah. Lantaran harus bersinggungan dengan masyarakat. Kendati begitu, Dharma berpendapat ada satu strategis jitu yang dapat diterapkan. Yakni, menertibkan seluruh pepohonan.

”Awali dengan memotong pohon. Kalau pohon hilang lambat laun mereka (pemilik bangunan, Red) bakal bergeser sendiri,” jelas Dharma di kantornya, Jumat (6/7).

Strategi ini juga diyakini efektif menghilangkan penghalang terbentuknya barchan. Sebab, penghalang utama datangnya pasir yang terbawa angin adalah pepohonan. Dharma menceritakan, Gumuk Pasir dulu dianggap sebagai lahan kritis, sehingga butuh penghijauan. Namun, anggapan ini berubah seiring dengan hasil penelitian Universitas Gajah Mada. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa Gumuk Pasir di kawasan pantai selatan Bantul merupakan satu dari dua aset serupa di dunia. Satunya berada di Meksiko.

”Gumuk Pasir juga berfungsi untuk menyediakan air tawar di kawasan pantai,” paparnya.

Masalahnya adalah hingga sekarang belum ada kekuatan hukum terkait batasan-batasan Gumuk Pasir. Menurutnya, batasan Gumuk Pasir masih sebatas rekomendasi.

Kepala Seksi Ketertiban Umum Satpol PP Bantul Sunarto mengungkapkan, pemkab berencana melakukan penertiban di zona inti Gumuk Pasir. Sasarannya tidak hanya pepohonan cemara. Melainkan juga taman bunga plus pengoperasian wisata jip.

”Sudah dirapatkan dengan beberapa OPD (organisasi perangkat daerah), bahkan dusun,” ujarnya.

Khusus vegetasi, Sunarto menekankan, petugas bakal memangkas ranting pepohonan. Terutama, ranting pepohonan yang berdiri dalam radius 50 meter dari zona inti. Baik ke barat maupun ke timur. Namun, rencana penertiban menunggu surat perintah.

”Kami menunggu perintah lebih lanjut untuk penertiban,” tegasnya. (ega/zam/mg1)