PURWOREJO – Pengelolaan dan kepedulian akan lingkungan menjadi tanggung jawab banyak pihak jika ingin mendapatkan penghargaan Adipura. Tanpa kerja keras dan koordinasi lintas instansi, niscaya penghargaan lingkungan terbaik itu bisa diraih Purworejo.

“Adipura sudah lama tidak kita dapatkan. Banyak sebab yang memicu hal itu seperti pengelolaan sampah yang makin tidak baik,” kata Bupati Purworejo Agus Bastian Kamis (5/7).

Bupati memberikan apresiasi yang tinggi bagi para penggiat, pengelola maupun pihak-pihak yang peduli dengan lingkungan. Di tangan mereka, kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Purworejo bisa tercapai.

“Yang terpenting adalah saudara kita yang setiap hari berusaha menciptakan kebersihan lingkungan, khususnya perkotaan di Purworejo. Sehingga sejauh mata kita memandang itu semuanya bersih dan rapi,” tambah bupati.

Lebih jauh dikatakan, upaya penciptaan ruang terbuka hijau dan tata kelola sampah yang baik tidak bisa dilakukan sendirian oleh Dinas Lingkungan Hidup. Ia meminta semua organisasi perangkat daerah dan stakeholder lainnya turut peduli. Setidaknya menciptakan lingkungan yang baik dan nyaman di tempat kerja.

“Kami masih mendengar banyak keluhan Pasar Suronegaran kondisinya kurang tertata dan terkesan kumuh. Kami memiliki rencana untuk memindahkan pedagang ke lokasi yang baru dan tempatnya tengah dipersiapkan,” kata bupati.

Terkait Pasar Baledono, bupati mengutip beberapa ungkapan di mana selama ini pemerintah daerah mampu membangun namun lemah dalam perawatannya. Dirinya tidak ingin hal itu terjadi di Purworejo. “Kalau sampai Baledono itu cepat kumuh dan kotor, bisa jadi semua kurang open (merawat, Red),” tambahnya. (udi/laz/mg1)