SLEMAN- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman sedang giat-giatnya melakukan pemasangan 1.700 sambungan baru bagi calon pelanggan dari golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun ini. Sejauh ini tak kurang 800 sambungan rumah telah terpasang.
Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata SE MM optimistis seluruh target pemasangan sambungan rumah bagi MBR bisa terselesaikan tepat waktu. Hal ini sekaligus untuk sinkronisasi dengan program nasional 100 0 100. Artinya, memenuhi kebutuhan akses air minum bagi masyarakat 100 persen, mewujudkan 0 persen kawasan kumuh, dan menciptakan sanitasi layak 100 persen. “Makanya kami berupaya melakukan percepatan layanan masyarakat. Agar seluruh MBR di Sleman bisa segera memanfaatkan air bersih,” ujarnya, Kamis (5/7).

Untuk merealisasikan target tersebut, PDAM gencar melakukan sosialisasi dan optimalisasi jaringan. Salah satu langkah yang ditempuh dengan mempercepat koneksi jaringan pipa SPAM regional dan menamah kapasitas reservoir. PDAM juga minta bantuan pemerintah daerah melalui dinas pekerjaan umum, perumahan, dan kawasan permukiman untuk memasang jaringan dan menambah debit air. Terkait program tersebut, jelas Dwi, pemerintah bertindak sebagai penyedia jaringan. Sedangkan PDAM menjadi operator pelaksanaan di lapangan. “Mudah-mudahan akhir Juli ini target pemasangan sambungan rumah MBR bisa rampung,” harapnya.
Bagi MBR yang mendapat sambungan air PDAM nantinya bakal disurvei oleh petugas dari pusat untuk keperluan verifikasi data. Secara prosedur, lanjut Dwi, MBR adalah golongan masyarakat kurang mampu. Pencocokan data dilakukan oleh petugas dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selaku lembaga yang ditunjuk pemerintah dalam pelaksanaan program 100 0 100. “Mekanismenya, MBR mendaftar ke PDAM, lalu petugas kami yang akan memasang jaringan ke rumah-rumah. Selanjutnya petugas BPKP survei ke lapangan,” jelasnya.

Bagi warga yang dinyatakan bukan sebagai MBR, maka dianggap pelanggan PDAM reguler. Adapun biaya pendaftaran sambungan baru bagi pelanggan reguler sebesar Rp 945 ribu. Sedangkan bagi MBR hanya Rp 300 ribu.
Terpisah, warga Purwomartani, Kalasan Agung Prasetya mengaku sangat senang rumahnya telah tersambung jaringan PDAM setelah menunggu selama beberapa bulan. “Airnya mengucur lancar. Wusss…joss. Apalagi ketika malam, alirannya lebih kencang,” ujarnya. Agung mengaku hanya membayar Rp 300 ribu untuk pendaftaran awal. Dia masih menunggu proses selanjutnya supaya bisa terdaftar sebagai pelanggan tetap PDAM Sleman. (*/yog/mg1)