GUNUNGKIDUL – Pendaftaran calon legislatif (caleg) masih sepi. Hingga hari kedua Kamis (5/7) belum ada satu pun partai politik (parpol) yang menyetorkan berkas calon legislatifnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul. Kendati begitu, Ketua KPU Gunungkidul M Zaenuri Ikhsan mengaku tak begitu khawatir. Terlebih, sisa waktu pendaftaran caleg masih lama. Maksimal pukul 24.00 17 April. Bahkan, KPU juga menerima proses pendaftaran saat hari libur.

”Mungkin hanya menunggu masalah administrasi saja,” jelas Zaenuri di kantornya Kamis (5/7).

Guna proses pendaftaran caleg berjalan optimal, Zaenuri mengaku KPU telah membentuk tim khusus. Tim ini bertugas untuk menerima berkas pendaftaran caleg. Sebab, seluruh berkas caleg tak serta-merta langsung diterima.

”Kami cek sudah lengkap atau belum. Setelah itu kami verifikasi lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Zaenuri menyinggung bahwa mantan narapidana kasus korupsi dilarang mendaftar sebagai caleg Pemilu 2019. Berdasar PKPU No. 20/2018, KPU juga melarang mantan narapidana kasus bandar narkoba dan pelaku kejahatan seksual terhadap anak sebagai caleg. Karena itu, Zaenuri menekankan, setiap parpol harus menyaring sendiri setiap caleg. Agar tak ada beberapa kriteria yang dilarang dalam PKPU lolos sebagai caleg.

”Sesuai aturannya begitu,” ujarnya.

Seorang caleg Partai Nasdem Wisnu Dwi Atmojo mengaku seluruh berkas pendaftarannya telah komplet. Hanya, Wisnu berencana daftar ke KPU Senin (9/7) mendatang.

”Tingga berangkat saja,” katanya.

Terkait larangan mantan narapidana kasus korupsi dilarang nyaleg, Wisnu berpendapat hak politik setiap warga tetap diberikan. Toh, tak semua caleg bakal lolos sebagai wakil rakyat.

”Keputusan memilih dan tidak memilih ada di tangan rakyat,” kata caleg dari daerah pemilihan III, Karangmojo, Ponjong dan Semin itu. (gun/zam/mg1)