KULONPROGO – Presiden Joko Widodo meminta Pemkab Kulonprogo segera selesaikan persoalan berkaitan pembangunan bandara di Temon. Termasuk persoalan 30 kepala keluarga (KK) yang masih bertahan di areal pembangunan bandara.

Penegasan tersebut disampaikan presiden kepada Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo di Jakarta Kamis (5/7). Hasto melaporkan perkembangan proyek bandara beserta kendalanya.

“Pak Jokowi mengharapkan sisa 30 KK ini segera diatasi dengan cepat. Itu arahan beliau kepada saya,” kata Hasto melalui pesan singkatnya.

New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Kabinet Kerja. Awal 2017, Jokowi memimpin babat alas nawung kroda sebagai penanda dimulainya pembangunan NYIA.

Bandara ditarget beroperasi April 2019. NYIA akan menjadi pintu gerbang Jogja menyambut wisatawan. “Pemerintah Pusat mempercayakan penanganan kepada pemerintah daerah sesuai aturan,” kata Hasto.

Dia menegaskan, pihaknya bersama PT Angkasa Pura (AP) I dan pihak keamanan sepakat tidak menggunakan kekerasan. Langkah persuasif dikedepankan.

“Termasuk pengosongan rumah yang masih ditinggali warga. Nantinya akan mendatangkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) untuk mendampingi,” kata Hasto.

Jokowi juga berpesan agar Pemkab Kulonprogo membantu penyertifikatan tanah. Bila perlu dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Agar status kepemilikan tanah jelas,” kata Hasto.

Project Manager Pembangunan NYIA Sujiastono mengatakan semakin cepat masalah terselesaikan, pembangunan bandara juga semakin cepat selesai.
“Saat ini kami dan PT Pembangunan Perumahan (PP) mengejar percepatan pekerjaan. Sebelumnya berjalan lambat memasuki Ramadan dan Lebaran. Tidak ada program pemerintah yang menyengsarakan rakyat,” ungkapnya. (tom/iwa/mg1)