PURWOREJO – Hari Jadi Purworejo yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober masuk dalam agenda pembahasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) DPRD Kabupaten Purworejo. Menggunakan hak inisiatifnya, dewan akan melakukan peninjauan kembali atas penetapan hari jadi yang sudah ada itu.

Ketua Bapem Perda DPRD Purworejo Sutarno mengungkapkan, pihaknya langsung menindaklanjuti hasil rapat paripurna yang diadakan Senin (2/7) di mana seluruh anggota dewan menyepakati adanya perubahan hari jadi tersebut. “Kami langsung menindaklanjuti dengan mengundang berbagai pihak yang memiliki pandangan tentang hari jadi Purworejo yang tepat,” ujarnya.

Beberapa pihak yang diundang dalam kesempatan ini, di antaranya, Komunitas Bintang Gajah-Gajah Grup (BG3), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan sejarawan Purworejo. Dari unsur pemerintahan tampak Kepala Bappeda Pram Prasetya Ahmad dan Kabag Hukum Setyowati. Adapun anggota DPRD yang hadir, Prabowo, Krusdiarto, dan Muchtar Praptodihardjo.

Lebih jauh Sutarno mengungkapkan, dari berbagai aspirasi yang diserapnya sebagian besar masih berkisar pada beberapa alternatif hari jadi saja. Padahal pihaknya berharap semua akan fokus kepada Purworejo saja.

“Kami berupaya mengumpulkan data selengkap mungkin, sehingga bisa ditentukan hari jadi yang tepat dan bisa diterima semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Purworejo Pram Prasetya mengatakan, adanya perumusan kembali Hari Jadi Purworejo haruslah bisa menjadi momentum untuk menyatukan berbagai perbedaan yang selama ini ada.

Selain itu juga harus bisa menjadi simbol kebersamaan. “Jangan sampai perumusan itu malah menciptakan gap, dan kami harapkan semua bisa menjadi spirit soliditas untuk membangun,” kata Pram.

Dalam kajian yang akan dilakukan nanti, pihaknya lebih cenderung untuk menunggu dan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan. Dia juga berharap adanya kajian sejarah bisa menjadi sebuah pemersatu dan penyamaan persepsi di tengah masyarakat. (udi/laz/mg1)