SLEMAN – Guna memudahkan pelayanan pencatatan data kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman.
Kerja sama itu meliputi dua hal, tentang pemberian hak akses ke RSUD Sleman dalam hal pemanfaatan data kependudukan dan pelayanan akta kelahiran dan kematian berbasis sistem online.
Kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat mengatakan, ini dalam rangka membangun sistem administrasi kependudukan, yakni adanya data tunggal kependudukan. Data ini dapat digunakan untuk semua lini dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat. Termasuk dalam pelayanan kesehatan.
”Karena semua layanan saat ini berbasis nomor induk kependudukan (NIK),” kata Jazim di RSUD Sleman, Kamis (5/7).

Dengan adanya data tunggal ini, semua layanan akan bisa terkoneksi satu sama lain. Sehingga tidak ada lagi kasus data ganda dan adanya kepastian status masyarakat dalam tiap wilayah bisa jelas. Nantinya layanan di RS akan dapat terkoneksi dengan BPJS dan Disdukcapil.
”Pasien yang berobat dengan layanan rumah sakit bisa ditangani dengan cepat,” jelas Jazim.

Selama ini data kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun di Sleman sudah mencakup 86,94 persen hingga akhir Juni 2018. Padahal target yang dicanangkan untuk pembuatan akta kelahiran tahun 2018 harus mencapai 90 persen. Artinya masih diperlukan upaya untuk mempercepat cakupan kepemilikan akta kelahiran.
Direktur RSUD Sleman dr Joko Hastaryo menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Disdukcapil karena bisa mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. (har/ila/mg1)