SLEMAN – Polres Sleman telah mengevaluasi sejumlah ruang tahanan di seluruh Kepolisan Sektor (Polsek). Berdasarkan data, 70 persen atau 14 dari 19 Markas Kepolisan Sektor (Mapolsek) merupakan bangunan tua. Berimbas pada bangunan fisik ruang tahanan.

Langkah tersebut untuk mengantisipasi kaburnya tahanan dari sel Mapolsek. Pendataan tersebut juga untuk menjaga kelayakan bangunan. Baik sistem penjagaan maupun kelayakan tinggal di ruang tahanan.

“Menjadi pesakitan bukan berarti mendapatkan ruang yang tidak layak. Tahanan hanya dibatasi hak-haknya, termasuk ruang tahanan,” jelas Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim Kamis (5/7).

Firman mengatakan menuanya bangunan menjadikan aspek keamanan berkurang. Tidak layaknya infrastruktur bangunan kerap menjadi celah bagi tahanan untuk kabur.

Evaluasi langsung diterapkan sejak kasus kaburnya tahanan Polsek Ngaglik. Setidaknya ada 14 Polsek yang bertahan dengan bangunan tua. Bahkan ada satu Mapolsek yang termasuk bangunan cagar budaya, yaitu Polsek Berbah.

“Tahanan kabur bukan sepenuhnya salah personel yang berjaga. Bisa saja karena gedungnya sudah tidak layak. Tapi untuk pelayanan, semua ruang tahanan sudah memenuhi standar,” ujar Firman.

Perbaikan sudah dilakukan meski sifatnya tambal sulam. Ada pula peningkatan sistem keamanan ruang tahanan. Termasuk penambahan kamera pengawas CCTV di ruang tahanan dan beberapa sudut ruang Mapolsek.

Perwira dua melati tersebut meminta kesiagaan personel jaga ditingkatkan. Agar tidak ada lagi kasus tahanan kabur. Firman meminta seluruh ruang ventilasi ruang tahanan dievaluasi.

“Pembenahan sistem menyeluruh, menerapkan standar operasional prosedur (SOP) mulai dari menerima tahanan, penjagaan, pengecekan barang bawaan penjenguk. Sebenarnya dari tingkat Polri hingga Polsek itu sama, harus konsisten menerapkannya,” kata Firman.

Kapolsek Depok Timur Kompol Novita Sari Dewi mengakui perlu pembenahan ruang tahanan. Termasuk ruang tahanan Mapolseknya agar lebih optimal menampung tahanan. Belum lama ini jajarannya melakukan perbaikan sehingga ada penambahan blok tahanan.

“Dulu ruang blok tahanan yang bisa dipakai cuma satu blok. Kalau sekarang sudah rehab, kondisinya sudah bagus. Ada tiga ruang tahanan, setiap ruang tahanan bisa ditempati empat sampai enam orang. Sudah ada CCTV, jadi terpantau,” kata Novita. (dwi/iwa/mg1)