SLEMAN – Satresnarkoba Polres Sleman membekuk pengedar satu kilogram ganja. Paket dari Jakarta tersebut dibagi dalam 15 bungkus kertas putih. Tersangka Gugus Surya Adi, 32, berencana mengedarkan di Sleman.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto mengatakan tersangka merupakan pemain baru. Tercatat sebagai warga Secang, Magelang dan belum lama mengedarkan ganja. Pada awalnya, ganja dipakai sendiri dan dijual jika ada pesanan.

“Ditangkapnya pertengahan Juni lalu dengan barang bukti ganja seberat satu kilogram. Ganja didapatkan dari Jakarta dan dikirimkan melalui jasa pengiriman. Pelaku membeli ganja dengan harga pengedar sebesar Rp 6 juta,” kata Tony di Mapolres Sleman Rabu (4/7).

Selain terbungkus dalam 15 kertas, polisi juga menyita satu paket kecil, dan satu bungkus rokok berisi 10 linting ganja siap isap. Diduga paket kecil inilah yang akan dijual di Sleman.

Dalam penyidikan terbukti pelaku sudah lama mengonsumsi ganja. Awalnya Gugus hanya membeli dalam paket kecil dan mengonsumsi sendiri. Barulah tergiur akan keuntungan, Gugus menjajal menjadi bandar dengan paket lebih besar.

Pelaku telah memesan ganja berulang kali. Bukti yang didapatkan tidak hanya dari pengakuan tersangka. Polisi juga berhasil mengumpulkan keterangan saksi termasuk orang yang membeli ganja dari Gugus.

“Itulah mengapa kami tidak percaya kalau Gugus ini baru coba-coba pakai ganja. Pesan ke bandar besarnya sudah beberapa kali. Untuk saat ini kami masih melacak pemasoknya. Pasti akan kami ringkus,” tegas Tony.

Satreskrim Polres Sleman menjerat Gugus dengan pasal berlapis. Mulai pasal 111, 112 dan pasal 114 KUHP. Ancaman hukuman kurungan minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup. Sanksi ditambah denda Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar.

“Karena terbukti membeli, menggunakan, dan memperjualbelikan narkotika jenis ganja. Maka kami kenakan pasal berlapis,” kata Tony.

Gugus mengakui telah kecanduan ganja. Setidaknya dia telah mengonsumsi lebih dari satu tahun. Awal mula perkenalan dengan ganja dari temannya. Penasaran, akhirnya dia memesan sendiri dalam jumlah besar.

“Saya beli dari teman saya, Gundul, dari Jakarta. Pesanan itu kerap dikirim lewat jasa paket. Kalau yang ini (1 kg ganja) belum sempat saya jual, baru saya pakai sendiri,” kilah Gugus. (dwi/iwa/mg1)