PURWOREJO – Wacana penggabungan SD Sebomenggalan dengan SD Kepatihan di Kecamatan Purworejo sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Akhmad Kasinu menyatakan, pihaknya siap mengalokasikan Dana Alokasi Khusus 2018 untuk membangun ruang kelas di lokasi baru.

“Dinas sepakat adanya relokasi gedung bagi SDN Sebomenggalan, bukan penggabungan atau regrouping,” kata Kasinu saat audiensi dengan Komisi D DPRD Kabupaten Purworejo Rabu (4/7).

Atas rencananya itu, pihaknya meminta dukungan dewan untuk bisa mengalokasikan anggaran penyempurnaan bangunan yang baru. “Intinya kami setuju untuk tidak dibubarkan. Andaikan kembal ke lokasi lama, sekarang tengah ditempati KPU Purworejo,” jelas Kasinu.

Anggota Komisi D Sutarno mengungkapkan, pemkab jangan hanya sekadar melihat sisi bisnis. Pihaknya lebih melihat jika pemkab perlu lebih fokus pada pemenuhan berbagai skala prioritas, seperti pendidikan dan kesehatan.

“Rencana regrouping itu perlu dikaji ulang, disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat agar tidak resah,” kata Sutarno.

Pihaknya meminta pemkab melakukan kajian mendalam untuk selanjutnya dilakukan sosialisasi secara gamblang. Jika memang ada beberapa alternatif, perlu dikomunikasikan sejauh mana hal tersebut. “Jangan muncul kesan pemaksaan, itu tidak baik di masyarakat,” katanya.

Anggota yang lain, Imam Teguh Purnomo menyampaikan, hasil komunikasi dengan berbagai elemen sekolah mulai dari komite hingga alumni, mereka berharap agar SD Sebomenggalan dikembalikan ke lokasi awal yakni di lokasi Kantor KPU Purworejo. “Semangat mereka itu relokasi bukan regrouping. Menurut saya pribadi, pemkab harus memfasilitasi proses pemindahan itu,” katanya.

Pihaknya melihat, dari wacana regrup yang ada, banyak hal yang tidak memenuhi unsur. Hingga saat ini tercatat ada 166 siswa dari kelas 2-6, sedangkan jumlah calon siswa yang mendaftar di SD Sebomenggalan tercatat 35 anak. (udi/laz/mg1)