Terpisah, KPU Kabupaten Magelang juga menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub Jateng dan Pilbup Magelang 2018 di GOR Gemilang, Kompleks Pemkab Magelang, kemarin. Hasilnya untuk Pilgub, Paslon nomor urut 1 meraih 412.247 suara dan nomor urut 2 sebanyak 296.948, dengan suara suara tidak sah 58.876 suara dari total 768.071 suara. Tingkat partisipasi pemilih Pilgub mencapai 79,54 persen, meningkat tajam dari lima tahun lalu yang hanya 71,15 persen dengan tiga paslon.

Ketua KPU Kabupaten Magelang Afifudin menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi pada seluruh elemen yang turut menjaga dan mensukseskan Pilkada serentak pada 27 Juni lalu. “Prosesnya memang cukup panjang untuk sampai di tahap ini. Saya apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya bagi bapak ibu semua yang sudah mendukung hingga Pilkada bisa berjalan lancar, aman, dan kondusif saat tahap pencoblosan kemarin hingga saat ini,” tuturnya.

Proses rekapitulasi diawali dengan hasil penghitungan suara Paslon Gubernur di tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Magelang. Menjelang Maghrib, penghitungan ditunda dan dilanjutkan perhitungan suara Pilbup, mengingat perhitungan suara Pilgub telah selesai.

“Karena sudah selesai (gubernur), nanti setelah rehat kami lanjutkan dengan rekapitulasi hasil penghitungan suara Paslon Bupati Magelang,” lanjut Afifudin.

Turut hadir dalam Rapat Pleno ini, jajaran Forkopimda yakni Kapolres, Kajari, dan Dandim 0705/Magelang. Selain itu hadir pula Ketua Panwaskab Magelang, saksi pilgub, saksi pilbup, serta PPK se-Kabupaten Magelang.

Dalam kesempatan itu, KPU Kabupaten Magelang juga mengapresiasi kerja KPPS dan semua pihak, sehingga selisih antara sistem perhitungan cepat (Situng) yang mendasarkan data rekap C1-Plano dengan rekapitulasi, kemarin.

“Selisih antara Situng dengan rekapitulasi ini hanya berkisar pada 100 suara. Jika dibandingkan dengan jumlah TPS yang sebanyak 2.629 buah, selisih perhitungan ini sangat kecil. Tidak sampai 1 persen,” tegas Afifudin.

Ditambahkan Komisioner KPU Kabupaten Magelang Dwi Endis Hindarmoko, selisih Situng dan Rekapitulkasi yang berkisar 100 suara itu dinilai lebih banyak karena human error. Apalagi entri data Situng tidak banyak dicermati oleh berbagai pihak, seperti saat rekapitulasi. Di mana berdasarkan data Situng, Paslon nomor urut 1 meraih 412.411 suara dan paslon nomor urut 2 dengan 296.678 suara.

“Selisihnya sangat kecil. Padahal saat situng semua manual. Tidak seperti rapat pleno rekapitulasi yang semuanya sudah tersistem. Ini membuktikan kerja KPPS maupun KPU Kabupaten Magelang sangat teliti dan bagus,” tandas Endis. (dem/laz/mg1)