MAGELANG – Hanya memiliki tiga kecamatan dengan 17 kelurahan, membuat Rapat Pleno KPU Kota Magelang dengan agenda perhitungan suara Pilgub Jawa Tengah 2018 berlangsung singkat.

Hanya perlu waktu sekitar satu jam untuk mengesahkan total suara yang masuk sebanyak 68.910 atau 76,29 persen. Tepatnya, pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebanyak 42.990 suara, dan paslon nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fauziah sejumlah 22.217 suara, dengan suara tidak sah 3.703 buah.

Menurut Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron, Pilgub Jateng 2018 terlaksana dengan baik. Hal itu terlihat dari kualitas demokrasi yang meningkat signifikan berdasarkan tiga indikator, yakni tingkat partisipasi, ketaatan pada aturan yang mendasari pelaksanaan pemilihan, dan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

“Tiga indikator ini yang kami jadikan patokan dalam menentukan kualitas demokrasi,” kata Basmar Rabu (4/7). Dijelaskan, angka partisipasi mampu mencapai 76,29 persen termasuk tinggi secara kualitas maupun kuantitas. Sementara ketaatan pada aturan ditunjukkan dengan minimnya rekomendasi pelanggaran dari Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu ke KPU.

“Rekomendasi dari Panwas ke KPU hanya pelanggaran yang berupa alat peraga saja. Untuk pelanggaran administrasi, pidana, dan lainnya tidak ada,” tuturnya.

Adapun mekanisme pertanggungjawaban yang jelas ditunjukkan dari saat rekap penghitungan suara di tingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara) hingga PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) tidak ada perbedaan yang signifikan. Hal itu terlihat dengan cepatnya proses rekapitulasi.

“Tahun ini merupakan persiapan pemanasan tahun 2019 untuk Pilpres dan Pileg secara serentak. Semoga kondisi Kota Magelang sejuk dan aman seperti sekarang,” harapnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta agar angka partisipasi itu bisa dipertahankan, atau bahkan ditingkatkan. Dia meminta angka partisipasi yang tinggi ini terus dipertahankan, karena menunjukkan iklim demokrasi di kota ini sangat baik. Berdasarkan analisanya, tingginya angka partisipasi salah satu dipengaruhi oleh adanya kebijakan libur nasional.

“Kebijakan libur nasional itu membuat pada pemilih lebih leluasa untuk menyalurkan hak pilih mereka. Selain itu, kinerja penyelenggara Pemilu di Kota Magelang juga bagus. Saya sudah mengalami dua periode ini,” ungkap Sigit. (dem/laz/mg1)