Menyadari daya saing di dunia industri dan lapangan pekerjaan saat ini, Institut Sains & Teknologi (IST) Akprind Jogjakarta fokus mencetak lulusannya yang berkompeten di bidang elektro. Melalui dua konsentrasi program studi, yaitu S1 Teknik Elektro dan D3 Teknik Elektronika, IST Akprind menjawab kebutuhan industri yang memerlukan tenaga ahli di bidang teknik elektro.
“Untuk S1 konsentrasinya pada arus lemah atau ilmu berbasis kontrol industri. Sedangkan untuk D3 Teknik Elektronika, mahasiswa dibekali ilmu tentang arus kuat atau sistem kerja transmisi jaringan listrik,” ujar Sekretaris Jurusan sekaligus Ketua Jurusan Prodi D3 Teknik Elektronika Benny Firman saat ditemui Radar Kampus.

Benny menjelaskan, dalam praktiknya mahasiswa Teknik Elektro (S1) diajarkan bagaimana mengendalikan alat kontrol industri atau membuat model kontrol yang diaplikasikan ke industri. Misalnya, pada sistem industri ada peralatan instrumen industri yang akan dipasang dan dikontrol oleh mereka yang mengambil jurusan ini. “Jadi mereka tidak hanya memasang, tapi juga memprogram dan memeriksa hasil kerja pada panel di sebuah industri,” tambah Benny.

Sedangkan untuk D3 Teknik Elektronika, mahasiswa belajar tentang sistem kerja transmisi jaringan listrik. Lulusan prodi ini lebih banyak bekerja di perusahaan negara seperti PLN dan cabang-cabangnya, di pembangkit listrik atau distribusi jaringan listrik.
Mahasiswanya pun telah diberikan fasilitas untuk mendukung praktik, seperti Laboratorium Instrumentasi Kendali, Lab Elektronika Dasar, Lab Elektronika Lanjut, Lab Elektronika Digital, Lab Elektronika Industri, Lab. Instalasi Listrik, dan sebagainya.

Terbukti lulusan Teknik Elektro IST Akprind pun mampu bersaing di dunia kerja dan berhasil masuk di perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia seperti PT PLN, PT Pertamina, PT Indonesia Power, PT Krakatau Steel, dan lain-lain.

Tak hanya itu, semasa studi mahasiswanya juga banyak yang mencetak prestasi dalam berbagai ajang. Seperti Juara I Kontes Robot Indonesia pada tahun 2017, penerima ROHM Award dalam ABU Robocon 2017 di Jepang sekaligus mewakili Indonesia dalam ajang itu, menerima penghargaan MURI (alat sentuh anti sengatan listrik) pada tahun 2002, dan lain-lain. (ita/laz/mg1)