SLEMAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentan tidak memiliki kepala sekolah (kasek) selama empat bulan. Ketiadaan kasek tersebut disebabkan Sleman mengalami kekurangan jumlah guru jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Salah seorang guru SDN Gentan Beti Antina mengatakan kekosongan terjadi karena kepala sekolah pensiun. “Hingga sekarang belum ada penggantinya,” kata Beti.

Kekosongan kepala sekolah ini juga dibarengi kurangnya tenaga pengajar di sekolah tersebut. Setidaknya Beti menyebutkan, membutuhkan guru untuk bidang Penjas (Pendidikan Jasmani).

Kekurangan tenaga pengajar di Sleman tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Sri Wantini. “Benar, kalau mengenai jumlah guru kami sampaikan memang membutuhkan tambahan,” kata Wantini Selasa (3/7).

Menurut dia kekurangan guru di Sleman ini akibat banyaknya guru pensiun. Setidaknya untuk guru SD masih membutuhkan sekitar 600 guru kelas. Sedangkan untuk tingkat SMP berdasarkan mata pelajaran (mapel).

‘’Kalau SMP yang kekurangan guru penjas, agama, bimbingan konseling (BK), dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN),” kata Wantini.

Dia berharap mendapat jatah guru sebanyak yang dibutuhkan lewat rekrutmen CPNS. Namun Wantini mengembalikan lagi kepada pemerintah terkait jatah guru karena kewenangan ada pada pemerintah.

Guna menambal kebutuhan guru tersebut, sekolah harus mengambil tenaga pengajar honorer sembari menunggu pengumuman CPNS. “Sementara dari ambil dari Guru Tidak Tetap (GTT) dulu,” kata Wantini.

Terkait kekosongan kepala sekolah yang dialami SDN Gentan, Wantini memastikan akan segera diisi. “Namun masih menunggu jadwal pelantikan,” katanya. (har/iwa/mg1)