Kebanyakan pelaku olahraga belum mengetahui cara berolahraga yang benar dan mengambil manfaat dari latihan fisik yang dilakukannya. Olahraga oleh sebagian orang hanya dijadikan hobi atau rekreasi tanpa ada tujuan yang ingin dicapai.

Sebenarnya olahraga menjadi sarana meningkatkan kesehatan dan kebugaran bagi pelakunya. Olahraga secara rutin merupakan upaya mencegah timbulnya penyakit karena gaya hidup yang tidak sehat.

Selain itu, olahraga dapat dijadikan sebagai terapi dan rehabilitasi terhadap penyakit-penyakit tertentu. Misalnya yang berhubungan dengan otot dan saraf. Olahraga untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan dilakukan dengan intensitas, waktu, jenis, frekuensi dan progresi yang tepat. Dengan demikian diperoleh hasil optimal dan dapat menurunkan faktor risiko penyakit.

Kebanyakan penyakit tidak menular, seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan penyakit paru kronis disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan olahraga di samping faktor risiko lain seperti faktor keturunan, kurang konsumsi sayur dan buah serta merokok.

Olahraga yang baik dilakukan dengan pemanasan selama 5-10 menit, latihan inti 15-60 menit, dan pendinginan selama 5-10 menit. Pada saat berolahraga harus tetap dilakukan pemantauan denyut nadi untuk mengetahui batas optimal dan kapan harus berhenti mempertahankan denyut nadi optimal tersebut.
Kebugaran yang bisa kita dapatkan akan tampak setelah tiga bulan berturut-turut melakukan olahraga dan atau aktivitas fisik minimal 5 kali dalam seminggu dengan waktu 30-60 menit per hari. Olahraga yang murah bisa dengan berjalan cepat atau berenang. Jika kesulitan berolahraga dapat dengan aktivitas fisik, seperti menyapu, mengepel atau mencuci baju dengan tangan. (*)